Selat Hormuz Belum Pulih, 80 Ranjau Laut Harus Dibersihkan Sebelum Lalu Lintas Kapal Kembali Normal

AKURAT.CO Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz diperkirakan belum akan kembali normal dalam waktu dekat meskipun situasi keamanan di kawasan Teluk mulai mereda. Industri pelayaran internasional mengungkapkan bahwa sedikitnya 80 ranjau laut masih harus dibersihkan sebelum jalur strategis tersebut dapat beroperasi secara penuh.
Badan perdagangan pemilik kapal tanker independen internasional, Intertanko, menyatakan bahwa jalur utama pelayaran di tengah Selat Hormuz saat ini masih dianggap berbahaya bagi kapal-kapal niaga.
Direktur Maritim Intertanko, Phil Belcher, menjelaskan bahwa kapal-kapal saat ini terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih sempit dan berisiko dibandingkan rute normal yang biasa dilalui.
“Jalur utama di tengah Selat Hormuz masih tertutup dan berbahaya. Kondisinya seperti jalan raya yang lajur utamanya ditutup sehingga seluruh kendaraan harus menggunakan bahu jalan,” kata Belcher.
Menurutnya, pembukaan kembali jalur utama sangat penting untuk mengembalikan kapasitas lalu lintas kapal secara aman. Ia memperingatkan bahwa penggunaan rute selatan yang dekat dengan wilayah Oman meningkatkan risiko navigasi, termasuk kemungkinan kapal kandas di area berbatu.
Kekhawatiran serupa disampaikan pelaku industri maritim lainnya. Pemimpin Redaksi Lloyd’s List, Richard Meade, menilai arus pelayaran melalui Selat Hormuz kemungkinan tidak akan sepenuhnya kembali normal hingga akhir tahun.
Sementara itu, Kepala Analis perusahaan analitik pengiriman laut dan udara Xeneta, Peter Sand, mengatakan dampak gangguan di selat tersebut masih terasa luas terhadap perdagangan global.
“Bahkan jika gencatan senjata bertahan, sekitar 10 persen kapasitas pengiriman kontainer global masih terdampak. Tarif angkutan terus melonjak di berbagai jalur perdagangan utama,” ujar Sand.
Ia menambahkan bahwa tingkat gangguan dan volatilitas pasar yang terjadi saat ini tidak dapat dipulihkan dalam waktu singkat karena rantai pasok global membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri kembali.
Kekhawatiran Muncul Soal Wacana Tarif Lintas Selat Hormuz
Selain masalah keamanan, perusahaan pelayaran juga mencermati kemungkinan munculnya tarif atau pungutan bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz setelah jalur tersebut dibuka kembali.
Perusahaan pelayaran Jerman Hapag-Lloyd sebelumnya menilai penerapan tarif di perairan internasional merupakan langkah yang tidak tepat. Menurut perusahaan itu, pungutan di jalur seperti Terusan Suez atau Terusan Panama dapat dibenarkan karena berkaitan dengan investasi infrastruktur besar, sedangkan kondisi tersebut tidak berlaku di Selat Hormuz.
Di tengah perdebatan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa tidak akan ada tarif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz selama masa negosiasi 60 hari yang sedang berlangsung.
Trump juga menyebut tidak akan ada pungutan setelah periode tersebut berakhir, kecuali jika diberlakukan oleh Amerika Serikat. Ia beralasan kebijakan tersebut dapat dikaitkan dengan peran Washington dalam menjaga keamanan kawasan Timur Tengah dan jalur perdagangan internasional.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi terpenting di dunia yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan pasar global. Gangguan sekecil apa pun di wilayah ini dapat memengaruhi harga energi, biaya logistik, dan stabilitas rantai pasok internasional.
Sumber: JPost
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Link Nonton Piala Dunia 2026 Resmi dan Legal, Kualitas HD Bukan di Score808
- 2Di Balik Penolakan Keras Singapura ke Ekspor Satu Pintu DSI: Risiko Kehilangan Ratusan Miliar Dolar Arus Ekspor dan Devisa
- 3Prediksi Skor Uzbekistan vs Kolombia di Piala Dunia 2026: Debutan Asia Hadapi Ujian Berat dari Los Cafeteros
- 4Prediksi Skor Swiss vs Bosnia dan Herzegovina: Nati Diunggulkan, Tapi Jangan Remehkan Ancaman Tim Balkan
- 5Prediksi Skor Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026: Duel Seimbang, Akankah Black Stars Bangkit?
- 6Prediksi Skor Belgia vs Mesir Lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 7Prediksi Skor Turki vs Paraguay: Saatnya Crescent-Stars Bangkit atau La Albirroja Ciptakan Kejutan?
- 8Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Das Team Diunggulkan, Mampukah Debutan Asia Membuat Kejutan?
- 9Pramono Anung Resmikan Koridor Rasuna Said, 109 Tiang Monorel Mangkrak Resmi Disingkirkan
- 10Halte Setiabudi Integritas Jadi Media Perkenalan Nilai-nilai Positif kepada Masyarakat


