Akurat Logo

Trump Keluarkan Ancaman Baru ke Iran: Hentikan Hizbullah atau Diserang Lagi

Fitra Iskandar | 22 Juni 2026, 07:47 WIB
Trump Keluarkan Ancaman Baru ke Iran: Hentikan Hizbullah atau Diserang Lagi
Presiden AS Donald Trump. Foto: Pixabay

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras kepada Iran di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran untuk mempertahankan kesepakatan damai sementara yang dicapai pekan lalu.

Dalam unggahan di platform Truth Social pada Minggu (waktu setempat), Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat siap kembali melancarkan serangan terhadap Iran apabila Teheran gagal menahan kelompok Hizbullah di Lebanon yang selama ini menjadi sekutu utamanya.

"Iran harus segera menghentikan para proksi mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak membuat kekacauan. Jika tidak, kami akan menghantam Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan pekan lalu, bahkan lebih keras," tulis Trump.

Pernyataan tersebut muncul saat Wakil Presiden AS J.D. Vance sedang memimpin upaya diplomasi untuk menghidupkan kembali jalur negosiasi dengan Iran. Vance dijadwalkan bertemu para pejabat senior Iran dalam perundingan langsung yang berlangsung di sebuah resor pegunungan dekat Danau Lucerne, Swiss.

Delegasi Iran dalam pertemuan tersebut antara lain Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Sejumlah mediator dari Pakistan dan Qatar juga hadir untuk memfasilitasi dialog kedua negara.

Menurut Vance, pembicaraan teknis itu mungkin tidak akan mampu menyelesaikan seluruh perbedaan yang selama ini memisahkan Washington dan Teheran. Namun, ia menilai pertemuan tersebut menjadi langkah bersejarah karena kedua pihak akhirnya duduk bersama secara langsung.

"Negosiasi teknis mungkin tidak akan menyelesaikan setiap perbedaan pendapat, tetapi ini memungkinkan kami duduk bersama sebagai tim untuk pertama kalinya dalam sejarah," kata Vance.

Meski negosiasi terus berlangsung, bayang-bayang konflik di Lebanon masih menjadi ancaman serius bagi proses diplomatik tersebut. Bentrokan yang kembali memanas antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran berpotensi menggagalkan upaya Amerika Serikat memperoleh konsesi dari Teheran terkait program nuklirnya.

Washington diketahui ingin memastikan Iran tetap berada di meja perundingan mengenai pengembangan program nuklir serta menjamin keamanan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa fokus utama Teheran dalam pembicaraan kali ini adalah perang yang masih berlangsung antara Israel dan Lebanon.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa isu keamanan regional dan konflik Timur Tengah tetap menjadi faktor utama yang dapat menentukan keberhasilan maupun kegagalan proses negosiasi antara kedua negara yang selama puluhan tahun berada dalam hubungan penuh ketegangan.

Dengan ancaman baru dari Trump dan negosiasi tingkat tinggi yang sedang berlangsung di Swiss, dunia kini menanti apakah jalur diplomasi mampu meredakan krisis atau justru membuka babak baru konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Sumber: Telegraphindia

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.