Iran Gelar Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Selama Enam Hari Usai Kesepakatan Damai dengan AS

AKURAT.CO Pemerintah Iran mengumumkan rangkaian pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang akan berlangsung selama enam hari di lima kota berbeda. Prosesi tersebut digelar setelah tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat yang mengakhiri ketegangan berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.
Markas Besar Peringatan Pemimpin Iran yang Gugur menyatakan upacara akan dimulai pada 4 Juli 2026 di Mosalla Imam Khomeini, Teheran. Selama dua hari, masyarakat diberikan kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum prosesi pemakaman utama digelar pada 6 Juli.
Juru bicara panitia menjelaskan, iring-iringan jenazah di Teheran juga akan disertai sejumlah tokoh yang disebut gugur bersama Khamenei. Setelah itu, rangkaian penghormatan akan berlanjut ke Kota Qom pada 7 Juli, tempat doa dan ritual keagamaan akan dilaksanakan.
Baca Juga: Surat Rahasia Khamenei Bocor, Picu Gejolak Politik di Iran
Prosesi kemudian dilanjutkan ke Irak pada 8 Juli atas permintaan sejumlah ulama, tokoh agama, pemimpin suku, dan pejabat negara setempat. Upacara penghormatan dijadwalkan berlangsung di dua kota suci Syiah, yakni Najaf dan Karbala, dengan rincian teknis yang akan diumumkan pemerintah Irak.
Puncak rangkaian pemakaman akan berlangsung pada 9 Juli di Kota Mashhad. Ayatollah Ali Khamenei akan dimakamkan di kompleks Makam Imam Reza, salah satu situs suci terpenting bagi umat Islam Syiah.
Panitia juga mengungkapkan bahwa delegasi resmi, pemimpin politik, dan tokoh masyarakat dari berbagai negara dijadwalkan menghadiri rangkaian penghormatan tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran akan mengatur jadwal dan mekanisme kehadiran tamu-tamu internasional.
Dalam keterangannya, panitia menetapkan slogan peringatan bertajuk “Harus Bangkit”, dengan simbol kepalan tangan sebagai representasi semangat perjuangan. Untuk dunia Arab, slogan yang digunakan adalah “Qumo Lillah” atau Berdiri untuk Tuhan.
Menurut informasi yang disampaikan panitia, Ayatollah Ali Khamenei bersama beberapa anggota keluarganya tewas dalam serangan yang disebut sebagai agresi gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Peristiwa tersebut menjadi salah satu titik balik yang kemudian mendorong lahirnya proses diplomasi baru antara Teheran dan Washington.
Baca Juga: 11.000 Pelaut Terjebak di Teluk Akibat Perang AS-Iran, PBB Siapkan Evakuasi Besar-Besaran
Rangkaian pemakaman enam hari ini diperkirakan menjadi salah satu prosesi kenegaraan dan keagamaan terbesar dalam sejarah modern Iran, sekaligus menandai berakhirnya satu era kepemimpinan yang telah mewarnai politik Republik Islam Iran selama beberapa dekade.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









