Akurat Logo

Jepang Batasi Wisata ke Pemandian Monyet Salju, Ulah Turis Dinilai Sudah Kelewatan

Fitra Iskandar | 27 Juni 2026, 10:22 WIB
Jepang Batasi Wisata ke Pemandian Monyet Salju, Ulah Turis Dinilai Sudah Kelewatan
Jepang Batasi Wisata ke Pemandian Monyet Salju, Ulah Turis Dinilai Sudah Kelewatan. Foto: Kyodo

AKURAT.CO Pemerintah pengelola kawasan wisata pemandian monyet salju (snow monkeys) di Jepang mulai memperketat aturan kunjungan setelah lonjakan wisatawan memicu berbagai pelanggaran yang dinilai mengganggu satwa liar.

Mulai Agustus mendatang, wisatawan yang ingin mengunjungi Jigokudani Yaen-Koen Park diwajibkan memesan tiket secara daring. Selain itu, pengelola juga tengah mempertimbangkan pembatasan jumlah pengunjung menjadi maksimal 2.000 orang per hari.

Langkah tersebut diambil menyusul membludaknya wisatawan, yang pada hari-hari tertentu mencapai 4.000 orang dalam sehari. Sebagian besar pengunjung berasal dari luar Jepang.

Perwakilan pengelola taman mengungkapkan antrean panjang di loket tiket sudah menjadi pemandangan sehari-hari.

"Kami mengalami antrean pengunjung yang sangat panjang di luar loket tiket," ujar perwakilan taman.

Namun, persoalan tidak hanya soal kepadatan wisatawan. Pengelola menyebut meningkatnya jumlah pengunjung juga diikuti perilaku yang tidak bertanggung jawab terhadap kawanan monyet salju.

Beberapa wisatawan dilaporkan mencoba memberi makan dan menyentuh monyet, meski tindakan tersebut dilarang. Bahkan, ada pengunjung yang nekat berusaha berendam bersama monyet di pemandian air panas alami, padahal aktivitas itu juga dilarang keras.

Kawasan Jigokudani Yaen-Koen dikenal sebagai habitat monyet salju Jepang yang terkenal karena kebiasaannya berendam di sumber air panas vulkanik saat musim dingin. Pemandangan unik tersebut menjadikan lokasi ini salah satu destinasi wisata alam paling populer di Jepang.

Lonjakan kunjungan terjadi seiring meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara ke Jepang. Sepanjang 2025, negara tersebut mencatat rekor baru dengan 42,7 juta wisatawan internasional, menjadikannya tahun dengan kunjungan turis tertinggi dalam sejarah.

Dengan penerapan sistem reservasi dan rencana pembatasan pengunjung, pengelola berharap kelestarian habitat monyet salju tetap terjaga sekaligus memberikan pengalaman wisata yang lebih aman dan nyaman bagi pengunjung.

Sumber: swedenherald

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.