Akurat Logo

Hubungan dengan Polandia Memanas, Ukraina Dikecam Soal Penghormatan kepada Tokoh Kontroversial Era Nazi

Fitra Iskandar | 29 Juni 2026, 12:48 WIB
Hubungan dengan Polandia Memanas, Ukraina Dikecam Soal Penghormatan kepada Tokoh Kontroversial Era Nazi
Kelompok Neo Nazi di Ukraina. Foto: Wikipedia

AKURAT.CO Ketegangan diplomatik antara Ukraina dan Polandia kembali mencuat setelah muncul kontroversi mengenai penghormatan terhadap sejumlah tokoh dan kelompok bersenjata Ukraina yang memiliki rekam jejak kontroversial pada era Perang Dunia II.

Presiden Polandia Karol Nawrocki menjadi sorotan setelah mengambil langkah simbolis dengan mencabut penghargaan tertinggi Polandia yang sebelumnya diberikan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Keputusan tersebut dikaitkan dengan penolakan Warsawa terhadap langkah Kyiv yang menamai salah satu unit militernya menggunakan nama Ukrainian Insurgent Army (UPA).

UPA merupakan kelompok gerilya Ukraina yang hingga kini memicu perdebatan sejarah. Di Polandia, kelompok tersebut dianggap bertanggung jawab atas pembantaian sekitar 100.000 warga Polandia selama Perang Dunia II, terutama dalam tragedi Volhynia dan Galicia Timur.

Kontroversi semakin menguat setelah Zelensky menghadiri prosesi pemakaman kembali abu Andriy Melnyk, tokoh nasionalis Ukraina yang dikenal pernah bekerja sama dengan rezim Nazi Jerman pada masa perang. Kehadiran presiden Ukraina dalam upacara tersebut memicu kritik dari sejumlah kalangan di Eropa.

Perang Dinilai Mengubah Politik Memori Sejarah Ukraina

Sejak invasi Rusia dimulai pada 2022, Ukraina mempercepat proses de-Sovietisasi dan dekomunisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas nasional.

Dalam proses tersebut, sejumlah simbol dan tokoh yang dikenal pernah melawan dominasi Soviet kembali mendapat tempat dalam narasi sejarah nasional. Namun sebagian di antaranya juga memiliki hubungan yang kontroversial dengan rezim Nazi atau terlibat dalam kekerasan terhadap kelompok etnis lain selama Perang Dunia II.

Para pengamat menilai perubahan tersebut mencerminkan bagaimana perang telah mengubah cara Ukraina membangun identitas nasionalnya.

Pergeseran Sikap Zelensky

Ketika memenangkan pemilu presiden pada 2019, Zelensky dikenal membawa agenda persatuan nasional. Saat itu ia berjanji mengakhiri konflik di Donbas dan membangun Ukraina yang lebih inklusif dibandingkan pemerintahan sebelumnya.

Pada tahun yang sama, Zelensky bahkan mengunjungi makam kakeknya, Semen Zelensky, seorang veteran Tentara Merah Uni Soviet yang berperang melawan Jerman Nazi.

Namun, sejumlah pengamat menilai narasi sejarah Ukraina kini mengalami perubahan signifikan seiring berlangsungnya perang berkepanjangan dengan Rusia.

Dikhawatirkan Menjauh dari Nilai-Nilai Eropa

Sejumlah analis berpendapat bahwa semakin lama perang berlangsung, semakin besar tantangan Ukraina untuk mendekatkan diri dengan Uni Eropa.

Selain persoalan rekonstruksi ekonomi dan krisis demografi akibat jutaan pengungsi, muncul pula kekhawatiran mengenai menguatnya nasionalisme berbasis etnis dan bahasa yang dinilai berpotensi bertentangan dengan standar perlindungan hak-hak minoritas yang dijunjung negara-negara Eropa.

Perdebatan tentang UPA Terus Berlanjut

Pendukung penghormatan terhadap UPA berpendapat kelompok tersebut dikenang karena perlawanannya terhadap Uni Soviet, bukan semata-mata atas aksi kekerasannya terhadap warga Polandia.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.