Akurat Logo

Iran Disebut Kian Terdorong Miliki Senjata Nuklir Usai Konflik dengan Israel dan AS, Pakar: Itu Jalan Bertahan Hidup

Fitra Iskandar | 2 Juli 2026, 09:21 WIB
Iran Disebut Kian Terdorong Miliki Senjata Nuklir Usai Konflik dengan Israel dan AS, Pakar: Itu Jalan Bertahan Hidup
Ilustrasi reaktor nuklir. Foto: Pixabay

AKURAT.CO Konflik berkepanjangan dengan Israel dan Amerika Serikat disebut telah mengubah cara pandang Iran terhadap program nuklirnya. Seorang pakar Timur Tengah menilai Teheran kini semakin yakin bahwa kepemilikan senjata nuklir merupakan kunci untuk mempertahankan kelangsungan rezimnya.

Pernyataan itu disampaikan Prof. Eyal Zisser, pakar Timur Tengah dari Tel Aviv University, dalam wawancara dengan radio Israel 103FM pada Senin.

Menurut Zisser, pengalaman Iran menghadapi serangan militer dalam beberapa tahun terakhir diyakini akan memperkuat dorongan internal untuk mengembangkan bom nuklir sebagai alat pencegah terhadap musuh-musuhnya.

Fatwa Larangan Bom Nuklir Disebut Tak Lagi Menjadi Penghalang

Zisser menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun Iran memiliki fatwa yang dikeluarkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang melarang pengembangan senjata nuklir karena alasan keagamaan.

Meski sebagian pihak menganggap fatwa tersebut hanya bersifat politis, Zisser mengatakan aturan itu memang pernah menjadi dasar kebijakan Iran.

Namun, ia menilai situasi kini telah berubah.

Menurutnya, jika kepemimpinan Iran berganti kepada figur yang lebih keras dan memiliki hubungan erat dengan Garda Revolusi Iran, maka kebijakan tersebut berpotensi berubah secara drastis.

"Jika terjadi perdebatan internal di Iran, kini isu senjata nuklir kemungkinan tidak lagi dibahas secara diam-diam, tetapi bisa menjadi kebijakan resmi negara," ujarnya.

Iran Belajar dari Saddam Hussein, Gaddafi, dan Korea Utara

Zisser menilai para pemimpin Iran mengambil pelajaran dari nasib sejumlah negara yang pernah meninggalkan ambisi nuklir mereka.

Ia mencontohkan Saddam Hussein di Irak dan Muammar Gaddafi di Libya yang akhirnya kehilangan kekuasaan setelah tidak memiliki kemampuan nuklir sebagai alat penangkal.

Sebaliknya, menurutnya, Korea Utara justru mampu mempertahankan rezimnya karena memiliki senjata nuklir.

"Dari sudut pandang Iran, kesimpulannya sangat jelas. Jika ingin bertahan hidup, mereka membutuhkan senjata nuklir," kata Zisser.

Ia memperkirakan pertimbangan tersebut akan menjadi dasar kebijakan strategis Iran di masa mendatang.

Serangan Israel dan AS Dinilai Memperkuat Ambisi Nuklir Iran

Menurut Zisser, dua gelombang serangan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran dalam beberapa waktu terakhir justru memperkuat keyakinan Teheran bahwa hanya senjata nuklir yang mampu memberikan efek gentar terhadap lawan-lawannya.

Ia menyebut pengalaman tersebut menjadi pesan penting bagi elite Iran bahwa kemampuan nuklir merupakan satu-satunya jaminan keamanan jangka panjang.

Peluang Kesepakatan Baru dengan AS Masih Terbuka

Meski ketegangan masih tinggi, Zisser menilai peluang tercapainya kesepakatan baru antara Iran dan Amerika Serikat tetap terbuka.

Menurutnya, Washington terlihat sangat ingin mencapai perjanjian baru, sementara Iran berada pada posisi yang relatif lebih percaya diri setelah mampu bertahan dalam konflik.

Ia memperkirakan Iran dapat menerima kesepakatan yang secara resmi menyatakan tidak akan mengembangkan senjata nuklir, selama tidak menghambat kepentingan strategisnya.

Zisser: Mungkin AS Sebaiknya Tidak Keluar dari Kesepakatan Nuklir Obama

Zisser juga menyinggung keputusan Amerika Serikat yang keluar dari perjanjian nuklir era Presiden Barack Obama.

Menurutnya, mempertahankan kesepakatan tersebut mungkin merupakan pilihan yang lebih baik dibanding situasi saat ini.

Ia menilai ancaman militer Amerika terhadap Iran kini tidak lagi memiliki daya tekan yang sama seperti sebelumnya, sehingga ruang negosiasi menjadi semakin sempit.

"Pertanyaannya sekarang, dengan apa Amerika akan mengancam Iran?" ujarnya.

Pernyataan Zisser mencerminkan pandangan seorang analis dan bukan sikap resmi pemerintah Iran. Hingga kini, Teheran tetap menyatakan bahwa program nuklirnya bertujuan untuk kepentingan sipil dan membantah berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Sumber: JPost

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.