Akurat Logo

Bocah Menabrak Rombongan Biksu, 8 Tewas, Puluhan Luka-Luka

Fitra Iskandar | 2 Juli 2026, 20:41 WIB
Bocah Menabrak Rombongan Biksu, 8 Tewas, Puluhan Luka-Luka
Sebanyak 8 biksu tewas ditabrak bocah yang mengemudikan pikap. Foto: Aljazeera

AKURAT.CO Delapan biksu tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah mobil pikap yang dikemudikan seorang bocah menabrak rombongan peziarah Buddha di Provinsi Mukdahan, Thailand timur laut, pada Kamis (2/7/2026).

Kepolisian setempat menyebut kendaraan tersebut dikemudikan seorang anak yang dilaporkan berusia 11 tahun. Bocah itu diduga mengambil mobil pikap milik orang tuanya tanpa izin sebelum kehilangan kendali dan menghantam rombongan yang sedang berjalan kaki di tepi jalan.

Saat kejadian, sekitar 30 biksu bersama para umat Buddha tengah mengikuti prosesi ziarah menuju Provinsi Ubon Ratchathani. Mereka baru memulai perjalanan sejauh 260 kilometer sekitar 30 menit sebelum kecelakaan terjadi.

Rekaman kamera pengawas yang beredar di media sosial memperlihatkan para biksu berjalan berbaris di sisi jalan sebelum sebuah mobil pikap melaju dan menabrak rombongan tersebut dengan kecepatan tinggi.

Salah seorang biksu yang selamat, Phra Sompong, mengatakan dirinya sempat melihat kendaraan mendekat saat sedang melafalkan mantra meditasi.

"Saya melihat seorang anak mengemudikan mobil pikap mendekat. Tiba-tiba kendaraan itu melaju kencang dan langsung menabrak kami. Beruntung saya dan seorang biksu lainnya berhasil melompat menghindar," ujarnya.

Menurut kepolisian, lima biksu meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Otoritas kesehatan Thailand melaporkan empat biksu lainnya masih dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Mukdahan. Selain itu, sekitar 10 korban mengalami luka serius dan sejumlah korban lain menderita luka ringan.

Komandan Kepolisian Provinsi Mukdahan, Mayor Jenderal Pairoj Thaiphutsa, mengatakan bocah tersebut kini telah diamankan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, termasuk melakukan pemeriksaan forensik terhadap kendaraan yang digunakan.

"Kami telah meminta orang tua anak tersebut datang untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab atas pengawasannya sehingga proses hukum dapat dilanjutkan," kata Pairoj.

Karena pelaku masih di bawah umur, proses pemeriksaan akan dilakukan dengan pendampingan petugas perlindungan anak sesuai ketentuan hukum Thailand.

Biksu Buddha memiliki kedudukan yang sangat dihormati di Thailand sebagai penjaga ajaran Buddha. Prosesi ziarah seperti yang terjadi saat insiden berlangsung merupakan tradisi keagamaan yang rutin dilakukan dan sering mendapat sambutan serta dukungan masyarakat setempat.

Sumber: Aljazeera

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.