Akurat
Pemprov Sumsel

Capai Kesepakatan dengan Iran, Thailand Percaya Diri Tak Akan Diganggu Lagi di Selat Hormuz

Fitra Iskandar | 28 Maret 2026, 14:51 WIB
Capai Kesepakatan dengan Iran, Thailand Percaya Diri Tak Akan Diganggu Lagi di Selat Hormuz
Foto: APA

AKURAT.CO Thailand mencapai kesepakatan dengan Iran untuk menjamin keamanan kapal tanker minyaknya yang melintasi Selat Hormuz. Kesepakatan ini diumumkan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul pada Sabtu (28/3).

Dalam konferensi pers, Anutin menyatakan kesepakatan tersebut diharapkan meredakan kekhawatiran terkait pasokan energi di tengah terganggunya jalur pelayaran akibat konflik di Timur Tengah.

“Kesepakatan telah dicapai untuk memungkinkan kapal tanker minyak Thailand melintas dengan aman melalui Selat Hormuz,” ujarnya. “Dengan adanya kesepakatan ini, kami lebih yakin gangguan seperti yang terjadi awal Maret tidak akan terulang.”

Sejak konflik pecah pada akhir bulan lalu, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz menurun tajam setelah Iran memperketat kontrol di jalur strategis tersebut. Selat ini merupakan rute utama pengiriman energi global, dengan lebih dari 80 persen minyak mentah dan gas alam cair (LNG) yang melintas ditujukan ke kawasan Asia.

Dampak gangguan pasokan energi mulai dirasakan di Asia Tenggara, termasuk Thailand, yang menghadapi antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar.

Pemerintah Thailand menyatakan akan terus menyesuaikan kebijakan guna meminimalkan dampak terhadap masyarakat.

Baca Juga: Krisis Selat Hormuz, Iran Minta Kapal Korea Selatan Ajukan Izin Sebelum Melintas

Sebelumnya, sebuah kapal kargo Thailand diserang saat melintas di kawasan tersebut, menyebabkan tiga awak kapal dilaporkan hilang.

Data platform pelacakan maritim Kpler menunjukkan volume pengiriman komoditas melalui Selat Hormuz turun hingga 95 persen dalam periode 1 hingga 26 Maret.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan telah memaksa tiga kapal berbalik arah dan menegaskan jalur tersebut ditutup bagi kapal yang terkait dengan negara yang dianggap sebagai musuh.

Badan keamanan maritim Inggris UKMTO mencatat sedikitnya 24 kapal komersial, termasuk 11 tanker, mengalami serangan atau insiden di kawasan Teluk, Selat Hormuz, dan Teluk Oman sepanjang bulan ini.

Sumber: APA

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.