Gelombang Panas Maut Terjang AS, 25 Orang Tewas dan 40 Juta Warga Masih dalam Status Waspada

AKURAT.CO Gelombang panas ekstrem yang melanda Amerika Serikat selama sepekan terakhir telah menewaskan sedikitnya 25 orang. Di saat yang sama, sekitar 40 juta warga di wilayah Pantai Timur, tenggara, dan barat daya AS masih berada di bawah peringatan cuaca panas yang dikeluarkan otoritas setempat.
Laporan NBC News pada Minggu (6/7/2026) menyebut sebagian besar korban jiwa berasal dari New Jersey, yang mencatat 22 dugaan kematian akibat suhu ekstrem. Sementara itu, Illinois melaporkan satu korban meninggal, sedangkan Mississippi mencatat dua korban jiwa.
40 Juta Warga Masih Terancam Suhu Ekstrem
Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service/NWS) memperingatkan bahwa suhu yang terasa (heat index) di sejumlah kota besar masih berada pada level berbahaya.
Di Philadelphia, Washington DC, Baltimore, Raleigh, Charleston (South Carolina), hingga Jacksonville (Florida), indeks panas diperkirakan mencapai 37,7 hingga 40,5 derajat Celsius, akibat kombinasi suhu udara tinggi dan kelembapan yang ekstrem.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko heat stroke, dehidrasi, dan gangguan kesehatan serius, terutama bagi lansia, anak-anak, serta masyarakat dengan penyakit kronis.
Badai dan Banjir Ancam Pantai Timur
Selain cuaca panas, NWS juga mengeluarkan peringatan badai petir yang berpotensi membawa angin kencang, hujan es, hingga banjir bandang di sejumlah wilayah Pantai Timur hingga Senin.
Sebanyak 34 juta warga yang tinggal dari Delaware hingga Connecticut, termasuk kawasan New York City, berada dalam status waspada banjir.
Prakiraan cuaca menyebut beberapa wilayah berpotensi diguyur hujan hingga 7,6 sentimeter, yang dapat memicu genangan dan banjir lokal.
Badai yang melanda kawasan timur Amerika juga menyebabkan ratusan ribu pelanggan mengalami pemadaman listrik di sejumlah negara bagian.
Ratusan Warga New York Dilarikan ke Rumah Sakit
Dampak gelombang panas juga terlihat dari meningkatnya jumlah pasien yang mengalami gangguan kesehatan akibat suhu ekstrem.
Departemen Kesehatan Kota New York mencatat lebih dari 378 orang telah mendatangi unit gawat darurat rumah sakit karena mengalami penyakit yang berkaitan dengan cuaca panas, seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga heat stroke.
California dan Arizona Bersiap Hadapi Suhu 45 Derajat
Meski suhu di sebagian besar Pantai Timur diperkirakan mulai menurun dalam beberapa hari ke depan, ancaman cuaca ekstrem diprediksi bergeser ke wilayah barat daya Amerika Serikat.
NWS telah mengeluarkan peringatan gelombang panas ekstrem untuk sejumlah wilayah di California dan Arizona, termasuk kota Phoenix dan Tucson, mulai Selasa hingga Kamis.
Suhu siang hari di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 45,5 derajat Celsius, menjadikannya salah satu gelombang panas paling berbahaya tahun ini.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








