Israel Bocorkan Temuan Intelijen ke AS, Iran Disebut Punya Plot Baru untuk Bunuh Trump

AKURAT.CO Israel dilaporkan menyerahkan informasi intelijen kepada Amerika Serikat mengenai dugaan adanya rencana baru Iran untuk membunuh Presiden Donald Trump.
Menurut laporan CNN, yang mengutip sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut, komunitas intelijen Amerika selama ini memang terus memantau berbagai ancaman terhadap Trump. Namun, informasi terbaru dari Israel disebut memiliki tingkat kredibilitas lebih tinggi karena memuat rincian mengenai dugaan rencana baru yang dinilai lebih konkret.
Laporan senada juga diterbitkan The Wall Street Journal. Media itu menyebut Israel menemukan indikasi adanya "plot baru" yang diduga sedang dipersiapkan Iran untuk menyerang Presiden Amerika Serikat.
Meski demikian, hingga kini pemerintah Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi resmi mengenai isi laporan intelijen tersebut maupun tingkat ancaman yang dihadapi Trump.
Seorang pejabat Gedung Putih yang dimintai tanggapan hanya merujuk pada pernyataan Trump sebelumnya yang mengaku dirinya menjadi target pemerintah Iran.
Saat berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, Trump menegaskan bahwa dirinya masuk dalam daftar target Teheran.
"Mereka ingin menyingkirkan pemimpin Amerika Serikat, yaitu saya. Saya ada dalam daftar mereka," ujar Trump.
Ancaman Balas Dendam atas Kematian Qassem Soleimani
Ancaman terhadap Trump bukan isu baru dalam hubungan Amerika Serikat dan Iran. Pemerintah Iran selama bertahun-tahun menyatakan akan membalas kematian Jenderal Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, yang tewas dalam serangan drone Amerika Serikat pada Januari 2020 atas perintah Trump saat menjabat presiden.
Sejak saat itu, aparat keamanan Amerika terus meningkatkan pengamanan terhadap Trump karena adanya berbagai informasi mengenai ancaman dari pihak Iran.
Perjalanan Trump dari Turki Ikut Jadi Sorotan
Laporan mengenai dugaan ancaman terbaru itu juga muncul bersamaan dengan sorotan terhadap langkah pengamanan Trump setelah menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki.
Presiden AS diketahui tidak langsung menggunakan pesawat kepresidenan terbaru yang merupakan hadiah dari Qatar untuk kembali ke Washington. Sebaliknya, Trump meninggalkan Turki menggunakan Air Force One lama, sementara pesawat baru diterbangkan lebih dahulu ke Inggris sebelum akhirnya ia berpindah pesawat untuk melanjutkan perjalanan menuju Amerika Serikat.
Keputusan tersebut memunculkan berbagai spekulasi, termasuk dugaan bahwa sistem keamanan pesawat baru belum sepenuhnya memenuhi standar perlindungan presiden, terutama di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurut laporan The New York Times, pergantian pesawat dilakukan atas rekomendasi Secret Service sebagai langkah antisipasi guna memaksimalkan keamanan Presiden Amerika Serikat.
Namun ketika ditanya mengenai alasan penggunaan dua pesawat tersebut, Trump tidak memberikan penjelasan secara rinci. Ia hanya kembali menyinggung adanya sejumlah dugaan upaya pembunuhan terhadap dirinya yang disebut berkaitan dengan Iran.
Sumber: France24
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








