Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran Berakhir, Namun Negosiasi Tetap Berlanjut

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahannya dan Iran sepakat melanjutkan perundingan diplomatik meski ketegangan militer kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Namun, Trump menegaskan bahwa gencatan senjata yang sempat tercapai pada bulan lalu kini telah resmi berakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun Truth Social pada Jumat (10/7/2026) waktu setempat, setelah sepekan diwarnai saling serang antara kedua negara yang kembali mengguncang kawasan Teluk dan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia.
"Republik Islam Iran meminta kami untuk melanjutkan pembicaraan. Kami menyetujuinya, tetapi Amerika Serikat telah menyampaikan dengan sangat jelas kepada mereka bahwa gencatan senjata telah BERAKHIR," tulis Trump.
Meski demikian, pada Jumat tidak ada laporan serangan baru. Kondisi yang relatif tenang itu dimanfaatkan para mediator regional untuk menghidupkan kembali jalur diplomasi guna mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak 28 Februari lalu.
Iran Bantah Meminta Negosiasi Langsung
Pemerintah Iran membantah klaim Trump bahwa Teheran meminta pembicaraan dengan Washington.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan negaranya hanya menerima kedatangan mediator dari Qatar ke Teheran, bukan meminta negosiasi langsung dengan Amerika Serikat.
Menurut sumber yang mengetahui proses diplomatik tersebut, delegasi Qatar menggelar pertemuan dengan pejabat Iran pada Jumat untuk membahas langkah-langkah meredakan ketegangan sekaligus memastikan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dijadwalkan melakukan kunjungan ke Oman guna membahas mekanisme pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
AS Desak Iran Hentikan Serangan di Selat Hormuz
Washington juga meningkatkan tekanan terhadap Teheran dengan menuntut pernyataan resmi bahwa Iran akan menghentikan seluruh serangan terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz.
Pejabat senior AS mengatakan Iran harus menjamin seluruh jalur pelayaran tetap terbuka tanpa gangguan maupun pungutan.
"Yang kami tuntut adalah Iran mengeluarkan pernyataan publik bahwa seluruh jalur di Selat Hormuz terbuka dan mereka tidak lagi menembaki kapal-kapal. Jika itu tidak dilakukan, hasilnya tidak akan baik bagi mereka," ujar seorang pejabat AS.
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat menuding pasukan Iran menyerang tiga kapal tanker komersial di kawasan tersebut. Sebagai balasan, Washington melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Iran.
Iran kemudian merespons dengan menyerang beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk pada Kamis.
Korban Bertambah, Diplomasi Tetap Berjalan
Kementerian Kesehatan Iran melaporkan sedikitnya 17 orang tewas dan 115 lainnya luka-luka akibat serangan udara Amerika Serikat yang menghantam enam kota di Iran pada Rabu dan Kamis.
Meski situasi keamanan memburuk, pejabat Amerika Serikat menyebut komunikasi diplomatik dengan Iran dalam beberapa hari terakhir tetap berlangsung secara konstruktif.
Di sisi lain, Teheran menegaskan akan memberikan respons setimpal apabila Washington melanggar komitmen yang telah disepakati dalam proses diplomasi.
Harga Minyak Naik, Pasar Energi Dunia Tertekan
Konflik terbaru di kawasan Teluk kembali mengguncang pasar energi global.
Harga minyak mentah mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam delapan pekan terakhir setelah gangguan keamanan di Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan dunia.
Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan bensin Amerika Serikat turun sekitar 1,9 juta barel dalam sepekan dan kini berada hampir 10 juta barel di bawah rata-rata lima tahun.
Analis minyak Dow Jones Energy, Denton Cinquegrana, mengatakan stok bahan bakar di seluruh wilayah Amerika Serikat kini berada di bawah tingkat normal musiman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







