Marco Rubio: AS Tetap Buka Pintu Diplomasi dengan Iran, Tapi Siap Bertindak Jika Tak Serius

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menegaskan bahwa Washington masih membuka pintu diplomasi untuk menyelesaikan ketegangan dengan Iran. Namun, ia memperingatkan bahwa AS akan mengambil langkah yang diperlukan jika Teheran dinilai tidak serius dalam melakukan perundingan.
Pernyataan tersebut disampaikan Rubio pada Rabu dalam pertemuan ASEAN di Manila, Filipina. Ia mengatakan AS tetap berkomitmen pada jalur diplomasi dan bersedia mencari penyelesaian melalui negosiasi.
"Amerika Serikat selalu berkomitmen pada diplomasi. Kami berpikiran terbuka dan selalu bersedia terlibat dalam penyelesaian perbedaan melalui negosiasi. Hal itu juga berlaku dalam kasus Iran," ujar Rubio.
Menurut Rubio, Iran telah berkomunikasi dengan Washington mengenai kemungkinan pembicaraan untuk meredakan ketegangan yang terjadi. Komunikasi tersebut disebut berlangsung secara langsung maupun melalui jalur tidak langsung.
Namun, Rubio menilai persoalan utama saat ini adalah keseriusan Iran untuk benar-benar melakukan pembicaraan.
"Masalah yang kami hadapi saat ini adalah mereka tidak serius untuk melakukan pembicaraan," kata Rubio.
Ia kemudian menegaskan posisi pemerintah AS.
"Jika mereka serius, kami serius. Jika mereka tidak serius, kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi kepentingan kami dan juga kepentingan sekutu kami," ujarnya.
AS Minta Komitmen Diplomatik Dipatuhi
Rubio menegaskan bahwa pemerintah AS tetap mengutamakan keterlibatan konstruktif dengan Iran. Namun, menurut dia, setiap kesepakatan yang dihasilkan melalui proses diplomasi harus benar-benar dipatuhi oleh semua pihak.
"Amerika Serikat tetap terbuka dan bersedia terlibat dalam negosiasi serta pembicaraan yang positif dan konstruktif, selama komitmen yang dibuat dipenuhi," kata Rubio.
Ia menambahkan, ketika sebuah komitmen tidak dijalankan, konsekuensi harus diberikan.
Pernyataan Rubio menunjukkan bahwa Washington masih melihat diplomasi sebagai salah satu pilihan untuk meredakan konflik. Namun, jalur tersebut bergantung pada kesediaan Iran untuk memenuhi kesepakatan yang nantinya tercapai.
Sikap ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran serta berlangsungnya komunikasi melalui berbagai saluran.
Rubio Soroti Selat Hormuz
Selain isu diplomasi, Rubio juga menyoroti situasi di Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan energi dunia.
Rubio memperingatkan bahwa jika Iran dapat menguasai atau mengendalikan Selat Hormuz secara sepihak, dampaknya tidak hanya akan dirasakan di Timur Tengah.
Menurutnya, hal tersebut dapat menciptakan preseden berbahaya bagi keamanan jalur pelayaran internasional.
"Jika kita menciptakan preseden di Timur Tengah bahwa sebuah negara dapat memutuskan untuk mengendalikan jalur air internasional, mengenakan biaya, dan meledakkan kapal jika tidak membayar, kita telah menciptakan preseden yang sangat berbahaya," kata Rubio.
Ia memperingatkan bahwa preseden semacam itu dapat ditiru di berbagai wilayah lain di dunia, termasuk kawasan Asia.
Sumber: TRT World
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








