Akurat Logo

Dua Demonstran Iran Dieksekusi, Amarah Warga Meluas: Kami Justru Makin Berani!

Fitra Iskandar | 28 Juli 2026, 21:13 WIB
Dua Demonstran Iran Dieksekusi, Amarah Warga Meluas: Kami Justru Makin Berani!
Amirhossein Safari (kanan) dan Abolfazl Sepahi (kiri), yang dieksekusi di Isfahan pada 28 Juli 2026 setelah dinyatakan bersalah dalam kasus Lapangan Alikhani.. Foto: Iranintl

AKURAT.CO Eksekusi mati terhadap dua demonstran Iran pada Selasa dini hari memicu gelombang duka, kemarahan, dan perlawanan di sejumlah wilayah. Alih-alih meredam penentangan terhadap pemerintah Republik Islam Iran, hukuman gantung tersebut justru dinilai semakin memperkuat tekad sebagian warga untuk terus menentang pemerintah.

Amirhossein Safari dan Abolfazl Sepahi dieksekusi di tengah penjagaan keamanan ketat di sekitar Alikhani Square, Isfahan. Kabar eksekusi itu memicu reaksi keras dari warga yang sebelumnya dilaporkan berjaga sepanjang malam dengan harapan hukuman terhadap keduanya dapat dihentikan.

Sejumlah warga di Isfahan dan kota-kota lain di Iran menggambarkan suasana malam sebelum eksekusi sebagai momen penuh ketegangan. Setelah fajar, masyarakat menyampaikan duka sekaligus memberikan penghormatan kepada mereka yang berkumpul di sekitar lokasi eksekusi meski aparat keamanan dikerahkan dalam jumlah besar.

Dua Demonstran Dieksekusi dalam Kasus Alikhani Square

Safari dan Sepahi merupakan dua dari 12 pemuda yang dijatuhi hukuman mati dalam kasus yang dikenal sebagai Alikhani Square case. Kasus tersebut bermula dari bentrokan yang terjadi saat gelombang demonstrasi nasional di Isfahan pada 8 Januari.

Otoritas Iran menuduh para terdakwa terlibat dalam pembunuhan empat personel keamanan, pembakaran, serta aksi vandalisme. Namun, sejumlah organisasi hak asasi manusia dan pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mempertanyakan proses hukum terhadap para terdakwa.

Mereka menyoroti dugaan pengakuan yang diperoleh melalui tekanan, persidangan tertutup, serta usia para terdakwa yang masih tergolong muda.

Kantor berita kehakiman Iran, Mizan, melaporkan Safari dan Sepahi telah dieksekusi pada Selasa dini hari. Dengan demikian, jumlah orang yang telah dihukum mati dalam kasus tersebut menjadi empat orang.

Sebelumnya, Golmohammad Mohammadi dan Erfan Esfandiari juga dieksekusi pada 19 Juli. Sementara itu, delapan terdakwa lain masih menghadapi hukuman mati.

Aparat Perketat Keamanan, Warga Dilaporkan Berkumpul

Saksi mata mengatakan aparat keamanan meningkatkan penjagaan di sekitar Alikhani Square sepanjang Senin malam setelah beredar laporan bahwa tiang gantungan telah didirikan di lokasi tersebut.

Sejumlah akun media sosial juga melaporkan adanya bentrokan antara aparat dan warga yang berkumpul dengan harapan dapat mencegah eksekusi.

Salah seorang saksi menggambarkan situasi di sekitar lokasi sebagai sangat tegang. Menurutnya, aparat mengejar sejumlah warga hingga ke gang-gang di Isfahan.

“Orang-orang berlarian di jalan, dan aparat mengejar mereka,” kata saksi tersebut, sebagaimana dikutip dalam laporan terkait.

Gelombang protes juga terjadi di luar Iran. Warga Iran di London dilaporkan berkumpul di depan Kedutaan Besar Iran pada Senin malam untuk memprotes eksekusi tersebut.

Warga Iran Mengaku Berjaga Semalaman

Sejumlah pesan yang beredar di media sosial menggambarkan bagaimana warga menunggu hingga pagi dengan harapan eksekusi dapat dibatalkan.

“Kami berharap hingga matahari terbit agar pagi tidak pernah datang ke Isfahan,” tulis salah satu pesan.

Pesan lainnya menggambarkan perjuangan warga yang berusaha menyelamatkan kedua pemuda tersebut.

“Catat dalam sejarah bahwa rakyat Iran berjuang dengan tangan kosong hingga pukul 05.00 untuk menyelamatkan dua warga mereka,” demikian isi pesan tersebut.

Reaksi serupa juga muncul dari Bandar Abbas, Pardis, Khomein, dan sejumlah kota lainnya. Sebagian warga menilai aksi solidaritas di Isfahan menunjukkan bahwa penolakan terhadap eksekusi telah menyebar ke berbagai wilayah Iran.

Seorang warga Bandar Abbas mengatakan aksi warga Isfahan menjadi bukti bahwa masyarakat masih memiliki keberanian untuk turun ke jalan.

“Rakyat Isfahan menunjukkan bahwa ketika seruan berikutnya datang, jutaan orang di seluruh negeri akan kembali turun ke jalan,” ujarnya.

Eksekusi Justru Memicu Perlawanan Lebih Keras

Kematian kedua pemuda tersebut memicu kesedihan mendalam, terutama bagi keluarga mereka. Namun, sejumlah warga mengatakan eksekusi tersebut tidak akan membuat mereka mundur.

“Kami sedih atas eksekusi ini, tetapi kami tidak takut. Kami justru semakin marah dan akan kembali turun ke jalan,” kata seorang warga Pardis, wilayah dekat Teheran.

Warga lainnya menyampaikan sentimen serupa. Menurut mereka, eksekusi terhadap para demonstran justru semakin memperkuat tekad untuk melanjutkan perlawanan.

“Apakah mereka berpikir mengeksekusi saudara-saudara kami akan membuat kami mundur atau takut? Ini justru membuat kami semakin bertekad,” demikian salah satu reaksi yang beredar.

Seorang mahasiswa bahkan mengaku kabar eksekusi tersebut membuatnya tidak dapat berkonsentrasi saat menjalani ujian.

“Saya bahkan tidak tahu apa yang saya tulis saat ujian. Yang ada dalam pikiran saya hanyalah para pemuda yang dieksekusi di Isfahan tadi malam,” ujarnya.

PBB Desak Iran Hentikan Eksekusi Delapan Demonstran

Reaksi publik tersebut muncul setelah sejumlah pakar PBB mendesak pemerintah Iran menghentikan eksekusi terhadap terdakwa lain yang masih menghadapi hukuman mati.

Seruan tersebut dipimpin Pelapor Khusus PBB untuk Iran, Mai Sato. Para pakar PBB mendesak otoritas Iran meninjau kembali vonis terhadap delapan terdakwa yang tersisa.

Mereka menilai penjatuhan hukuman mati terhadap 12 orang dalam satu persidangan tertutup, tanpa kejelasan mengenai tanggung jawab individual masing-masing terdakwa, bertentangan dengan standar peradilan yang adil.

Pakar PBB juga menyoroti dugaan bahwa proses hukum terhadap para terdakwa sangat bergantung pada pengakuan yang ditayangkan melalui televisi pemerintah.

Selain itu, persidangan di Pengadilan Revolusi Iran disebut berlangsung secara tertutup dan putusan lengkapnya tidak dipublikasikan kepada publik.

Para ahli PBB juga menyatakan bahwa sejumlah terdakwa dilaporkan mengalami penahanan sewenang-wenang, penghilangan paksa, dan dalam beberapa kasus diduga mengalami perlakuan buruk.

Sumber: Irantl

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.