Akurat Logo

Negosiasi Iran-Oman Maju Pesat, Pembukaan Selat Hormuz Kian Dekat

Fitra Iskandar | 5 Agustus 2026, 07:52 WIB
Negosiasi Iran-Oman Maju Pesat, Pembukaan Selat Hormuz Kian Dekat
Ilustrasi Selat Hormuz - Pixabay

AKURAT.CO Iran dan Oman dilaporkan membuat kemajuan signifikan dalam perundingan untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, sebuah langkah yang dinilai dapat meredakan konflik di Timur Tengah sekaligus memulihkan arus perdagangan energi global.

Dua pejabat kawasan yang mengetahui proses negosiasi mengatakan pembahasan masih berlangsung dan belum mencapai kesepakatan final. Namun, kedua pihak disebut semakin dekat dengan sebuah formula yang dapat mengakhiri kebuntuan di salah satu jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia.

Iran dan Oman Bahas Jalur Pelayaran Baru

Berdasarkan rancangan yang sedang dibahas, kapal-kapal yang menuju Teluk Persia akan memasuki Selat Hormuz melalui jalur yang berada di bawah pengawasan Iran, kemudian keluar melalui rute yang dikelola Oman.

Sebagai bagian dari skema tersebut, akan diberlakukan biaya layanan untuk pengamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim.

Meski demikian, para pejabat menegaskan bentuk akhir kesepakatan masih dapat berubah. Mereka juga menyebut implementasi perjanjian kemungkinan akan bergantung pada pencabutan blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Jika disepakati, pengaturan tersebut akan menjadi perubahan besar dalam tata kelola Selat Hormuz dan dipandang sebagai keuntungan strategis bagi Teheran.

AS Tegaskan Tolak Kendali Iran atas Selat Hormuz

Seorang pejabat Amerika Serikat yang mengetahui jalannya negosiasi mengatakan Washington tetap menolak segala bentuk kesepakatan yang memberikan kendali permanen kepada Iran atas Selat Hormuz.

Menurutnya, apabila nantinya dibentuk jalur pelayaran sementara, kapal-kapal tetap tidak akan memerlukan izin dari Iran maupun membayar biaya transit.

Amerika Serikat, kata pejabat tersebut, ingin mengembalikan kondisi Selat Hormuz seperti sebelum konflik pecah, yakni sebagai jalur pelayaran internasional yang bebas dilalui tanpa dikendalikan oleh satu negara.

Trump Desak Penyelesaian Diplomatik

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyatakan bahwa pembukaan Selat Hormuz menjadi prioritas utama dalam upaya meredakan konflik dengan Iran.

Menurut Trump, tahap pertama adalah membuka kembali jalur pelayaran, sementara tahap berikutnya adalah mendorong proses denuklirisasi Iran.

Sebelumnya, Trump juga menegaskan tidak akan mengizinkan Iran memungut biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

"Saya tidak akan membiarkan mereka menarik biaya. Kalau ada yang akan mengenakan biaya, kami yang akan melakukannya," kata Trump kepada wartawan.

Iran Akui Ada Kemajuan, tetapi Bantah Negosiasi Langsung dengan AS

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan Oman memang terus berlangsung.

Menurutnya, fokus utama perundingan adalah membentuk jalur pelayaran yang aman untuk kapal-kapal yang masuk dan keluar dari Selat Hormuz, sekaligus tetap menghormati kedaulatan Iran dan Oman serta mempertimbangkan kepentingan keamanan kedua negara.

Namun, Iran kembali menegaskan bahwa hingga kini tidak ada negosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Teheran menyebut seluruh komunikasi hanya dilakukan melalui Oman sebagai mediator.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengakui telah terjadi kemajuan dalam pembahasan tersebut, meski belum menghasilkan kesepakatan akhir.

Senada dengan Rubio, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat cukup besar dan berharap Selat Hormuz segera kembali dibuka bagi pelayaran internasional.

Selat Hormuz Jadi Kunci Pasokan Energi Dunia

Sebelum konflik terbaru pecah, sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia melewati Selat Hormuz.

Gangguan pelayaran akibat meningkatnya serangan di kawasan telah memicu lonjakan harga minyak, bahan bakar, pupuk, hingga berbagai komoditas global.

Meski optimisme terhadap tercapainya kesepakatan meningkat, situasi keamanan di lapangan masih belum sepenuhnya kondusif.

Pada Selasa, sebuah kapal kargo dilaporkan terkena proyektil tak dikenal saat melintas di perairan Selat Hormuz, lepas pantai Oman. Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menyatakan kapal mengalami kerusakan, sementara perusahaan keamanan maritim Ambrey juga mengonfirmasi adanya insiden tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, Iran dilaporkan beberapa kali menyerang kapal-kapal yang menggunakan jalur pelayaran dekat Oman, rute yang selama ini diawasi militer Amerika Serikat untuk menghindari wilayah yang dikendalikan Teheran.

Perkembangan negosiasi antara Iran dan Oman kini menjadi perhatian dunia karena hasilnya dinilai akan sangat menentukan stabilitas kawasan Timur Tengah, keamanan pelayaran internasional, serta arah pergerakan harga energi global.

Sumber: PBS

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.