Akurat Logo

Trump Batasi Jadwal Vaksin Anak di AS, Hanya 11 Imunisasi yang Didukung Pemerintah

Fitra Iskandar | 11 Agustus 2026, 10:01 WIB
Trump Batasi Jadwal Vaksin Anak di AS, Hanya 11 Imunisasi yang Didukung Pemerintah
Ilustrasi vaksin - Unsplash

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang membatasi jadwal vaksinasi anak di AS dengan menetapkan hanya 11 imunisasi sebagai vaksin yang akan didukung pemerintah federal.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari agenda lama Menteri Kesehatan AS Robert F. Kennedy Jr., yang dikenal sebagai aktivis anti-vaksin dan pernah mempromosikan klaim hubungan antara vaksin dan autisme. Klaim tersebut telah berulang kali dibantah oleh para ilmuwan.

Para pakar kesehatan masyarakat memperingatkan bahwa jadwal vaksinasi di AS dibentuk berdasarkan puluhan tahun bukti ilmiah serta kebutuhan kesehatan masyarakat Amerika.

Mereka menilai pengurangan vaksin yang direkomendasikan dapat membuat lebih banyak anak rentan terhadap penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi.

Trump Dorong Pemisahan Vaksin MMR

Perintah eksekutif tersebut juga merekomendasikan agar vaksin campak, gondongan, dan rubella (MMR) yang selama ini diberikan dalam satu vaksin kombinasi dipisahkan menjadi tiga suntikan.

Ketiga vaksin tersebut juga direkomendasikan diberikan dalam kunjungan medis yang berbeda.

Saat menandatangani perintah tersebut di Gedung Putih, Trump mengatakan pemerintahannya hanya akan mengakui rekomendasi vaksin anak untuk 11 vaksin utama terhadap penyakit yang dianggap paling serius dan berbahaya.

Trump juga mengatakan vaksin MMR diharapkan dapat dipisahkan.

Kennedy Sebelumnya Pangkas Jadwal Vaksin

Kennedy pada Januari sebelumnya memangkas jadwal imunisasi AS dengan menghapus rekomendasi vaksin untuk enam dari 17 penyakit.

Namun, perubahan tersebut kemudian dihentikan melalui keputusan pengadilan federal.

Perintah eksekutif terbaru Trump menyatakan pemerintah federal kini hanya akan mendukung 11 vaksin yang tersisa.

Perintah tersebut juga menegaskan kembali perubahan yang dilakukan Kennedy meskipun proses hukum terkait kebijakan tersebut masih berlangsung.

Akademi Dokter Anak dan Merck Kritik Kebijakan

American Academy of Pediatrics (AAP) dan perusahaan pembuat vaksin Merck mengkritik kebijakan tersebut.

Richard Hughes IV, penasihat hukum utama AAP, mengatakan organisasi tersebut sedang mengevaluasi langkah selanjutnya. AAP sebelumnya menggugat perubahan jadwal imunisasi anak yang dilakukan Kennedy.

Sementara itu, Merck mengatakan tidak terdapat bukti ilmiah yang telah dipublikasikan yang menunjukkan manfaat memisahkan vaksin kombinasi MMR menjadi tiga vaksin terpisah.

Menurut Merck, penggunaan vaksin secara terpisah justru meningkatkan jumlah suntikan dan dapat menyebabkan keterlambatan atau terlewatnya imunisasi.

Demetre Daskalakis, mantan direktur National Center for Immunization and Respiratory Diseases di CDC, juga mengatakan pemisahan vaksin kombinasi serta penurunan tingkat rekomendasi vaksin dapat memperbesar kesenjangan kesehatan dan menurunkan cakupan vaksinasi.

Senator Partai Republik Ikut Menentang

Kebijakan tersebut juga mendapat kritik dari Senator Partai Republik Bill Cassidy dari Louisiana, seorang dokter yang memimpin Komite Kesehatan Senat.

"Saya seorang dokter. Perintah eksekutif ini salah. Presiden tidak memiliki keahlian untuk membuat perubahan ini," kata Cassidy.

Ia juga menyoroti rencana memisahkan vaksin kombinasi.

Menurut Cassidy, langkah tersebut justru dapat membuat anak-anak harus menerima lebih banyak suntikan untuk memperoleh perlindungan yang sama, bukan lebih sedikit suntikan.

Meski demikian, Cassidy sebelumnya membantu mengawal calon-calon pejabat bidang kesehatan pemerintahan Trump melalui proses konfirmasi, termasuk memberikan suara yang menentukan untuk mengonfirmasi Kennedy pada 2025.

Cassidy kalah dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik pada Mei dari kandidat yang didukung Trump dan akan meninggalkan jabatannya pada Januari.

Trump Klaim Jumlah Suntikan Anak Akan Berkurang

Trump, Kennedy, dan sejumlah pejabat Gedung Putih mengatakan kebijakan baru tersebut akan membuat anak-anak di AS menerima jauh lebih sedikit dibandingkan 72 suntikan yang disebut sebagai jumlah dalam jadwal sebelumnya.

Namun, para pakar vaksin mengatakan angka tersebut berlebihan.

Menurut mereka, perhitungan tersebut memasukkan vaksin kombinasi seperti MMR sebagai beberapa suntikan sekaligus, meskipun vaksin tersebut diberikan dalam satu suntikan.

Angka tersebut juga diasumsikan mencakup vaksin flu dan Covid-19 yang diberikan setiap tahun.

Perdebatan mengenai kebijakan baru tersebut kini berlangsung di tengah proses hukum dan kritik dari organisasi medis serta pakar kesehatan masyarakat mengenai dampaknya terhadap cakupan imunisasi anak di Amerika Serikat.

Sumber: Thenewdaily

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.