Akurat Logo

PM Palestina Desak Inggris Bertindak atas Kekerasan Israel di Tepi Barat

Fitra Iskandar | 12 Agustus 2026, 08:04 WIB
PM Palestina Desak Inggris Bertindak atas Kekerasan Israel di Tepi Barat
PM Palestina desak Inggris bertindak atas kekerasan Israel di Tepi Barat - AA

AKURAT.CO Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa meminta perhatian serius Inggris terhadap meningkatnya kekerasan dan pelanggaran yang dilakukan Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Hal tersebut disampaikan Mustafa dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband pada Selasa. Keduanya membahas perkembangan politik dan situasi terbaru di lapangan di wilayah Palestina.

Menurut pernyataan Kantor Perdana Menteri Palestina, Mustafa mengatakan warga Palestina di Tepi Barat menghadapi serangan hampir setiap hari yang dilakukan pasukan Israel dan pemukim Israel.

Ia memperingatkan bahwa kekerasan tersebut semakin memperuncing ketegangan dan secara langsung mengancam keselamatan warga Palestina.

Mustafa: Pemukiman Israel Langgar Hukum Internasional

Dalam pembicaraan tersebut, Mustafa menegaskan bahwa seluruh aktivitas pembangunan dan perluasan permukiman Israel di wilayah pendudukan merupakan pelanggaran hukum internasional.

Menurutnya, kebijakan tersebut juga semakin menggerus peluang penyelesaian konflik melalui konsep dua negara atau two-state solution.

Mustafa meminta komunitas internasional mengambil langkah tegas untuk menghentikan pelanggaran yang terjadi di Tepi Barat.

Ia menilai intervensi internasional diperlukan untuk mencegah situasi berkembang menjadi konflik yang lebih luas serta menjaga peluang terciptanya perdamaian.

Bahas Implementasi Resolusi PBB soal Gaza

Mustafa dan Miliband juga membahas perkembangan implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 mengenai Jalur Gaza.

Keduanya menekankan pentingnya mempercepat pelaksanaan tahap kedua resolusi tersebut di tengah situasi kemanusiaan yang masih menjadi perhatian internasional.

Selain persoalan keamanan, Mustafa turut menyampaikan krisis keuangan yang sedang dihadapi pemerintah Palestina.

Menurutnya, sanksi Israel dan kebijakan penahanan dana pajak Palestina telah memperburuk kondisi fiskal pemerintahan di Ramallah.

Krisis pendapatan tersebut disebut menghambat kemampuan pemerintah Palestina memenuhi berbagai kewajiban keuangannya.

Inggris Tegaskan Dukungan untuk Negara Palestina

Miliband, menurut pernyataan pemerintah Palestina, menegaskan dukungan Inggris terhadap Palestina dalam menghadapi berbagai tantangan di Gaza maupun Tepi Barat.

Inggris juga kembali menyatakan dukungannya terhadap solusi dua negara serta pembentukan negara Palestina yang merdeka.

Namun, pada hari yang sama, Miliband juga berbicara dengan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar melalui sambungan telepon.

Dalam percakapan tersebut, Miliband mendesak Israel mengambil langkah untuk mencegah kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Ia juga meminta agar hambatan terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza segera dihapus.

Inggris Tekan Israel soal Pemukim dan Gaza

Melalui unggahan di platform X, Miliband mengatakan dirinya mengangkat isu mengenai eskalasi kekerasan pemukim dan perluasan permukiman Israel.

Ia juga membahas kondisi kemanusiaan di Gaza dengan Sa'ar.

Di sisi lain, Miliband menyerukan agar Hamas menonaktifkan persenjataannya dan meminta pasukan Israel menarik diri. Menurutnya, diperlukan kemajuan dalam pelaksanaan rencana 20 poin yang berkaitan dengan penyelesaian konflik Gaza.

Dalam pembicaraan tersebut, kedua pihak juga membahas kepentingan bersama untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Serangkaian komunikasi Miliband dengan pejabat Palestina dan Israel menunjukkan upaya Inggris menjaga jalur diplomasi di tengah meningkatnya ketegangan di Gaza dan Tepi Barat.

Situasi di Tepi Barat sendiri tetap menjadi salah satu titik rawan dalam konflik Israel-Palestina, terutama terkait aktivitas permukiman, kekerasan pemukim, serta kondisi ekonomi dan keamanan masyarakat Palestina.

Sumber: AA

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.