PM Palestina Desak Inggris Bertindak atas Kekerasan Israel di Tepi Barat

AKURAT.CO Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa meminta perhatian serius Inggris terhadap meningkatnya kekerasan dan pelanggaran yang dilakukan Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Hal tersebut disampaikan Mustafa dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband pada Selasa. Keduanya membahas perkembangan politik dan situasi terbaru di lapangan di wilayah Palestina.
Menurut pernyataan Kantor Perdana Menteri Palestina, Mustafa mengatakan warga Palestina di Tepi Barat menghadapi serangan hampir setiap hari yang dilakukan pasukan Israel dan pemukim Israel.
Ia memperingatkan bahwa kekerasan tersebut semakin memperuncing ketegangan dan secara langsung mengancam keselamatan warga Palestina.
Mustafa: Pemukiman Israel Langgar Hukum Internasional
Dalam pembicaraan tersebut, Mustafa menegaskan bahwa seluruh aktivitas pembangunan dan perluasan permukiman Israel di wilayah pendudukan merupakan pelanggaran hukum internasional.
Menurutnya, kebijakan tersebut juga semakin menggerus peluang penyelesaian konflik melalui konsep dua negara atau two-state solution.
Mustafa meminta komunitas internasional mengambil langkah tegas untuk menghentikan pelanggaran yang terjadi di Tepi Barat.
Ia menilai intervensi internasional diperlukan untuk mencegah situasi berkembang menjadi konflik yang lebih luas serta menjaga peluang terciptanya perdamaian.
Bahas Implementasi Resolusi PBB soal Gaza
Mustafa dan Miliband juga membahas perkembangan implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 mengenai Jalur Gaza.
Keduanya menekankan pentingnya mempercepat pelaksanaan tahap kedua resolusi tersebut di tengah situasi kemanusiaan yang masih menjadi perhatian internasional.
Selain persoalan keamanan, Mustafa turut menyampaikan krisis keuangan yang sedang dihadapi pemerintah Palestina.
Menurutnya, sanksi Israel dan kebijakan penahanan dana pajak Palestina telah memperburuk kondisi fiskal pemerintahan di Ramallah.
Krisis pendapatan tersebut disebut menghambat kemampuan pemerintah Palestina memenuhi berbagai kewajiban keuangannya.
Inggris Tegaskan Dukungan untuk Negara Palestina
Miliband, menurut pernyataan pemerintah Palestina, menegaskan dukungan Inggris terhadap Palestina dalam menghadapi berbagai tantangan di Gaza maupun Tepi Barat.
Inggris juga kembali menyatakan dukungannya terhadap solusi dua negara serta pembentukan negara Palestina yang merdeka.
Namun, pada hari yang sama, Miliband juga berbicara dengan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar melalui sambungan telepon.
Dalam percakapan tersebut, Miliband mendesak Israel mengambil langkah untuk mencegah kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat.
Ia juga meminta agar hambatan terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza segera dihapus.
Inggris Tekan Israel soal Pemukim dan Gaza
Melalui unggahan di platform X, Miliband mengatakan dirinya mengangkat isu mengenai eskalasi kekerasan pemukim dan perluasan permukiman Israel.
Ia juga membahas kondisi kemanusiaan di Gaza dengan Sa'ar.
Di sisi lain, Miliband menyerukan agar Hamas menonaktifkan persenjataannya dan meminta pasukan Israel menarik diri. Menurutnya, diperlukan kemajuan dalam pelaksanaan rencana 20 poin yang berkaitan dengan penyelesaian konflik Gaza.
Dalam pembicaraan tersebut, kedua pihak juga membahas kepentingan bersama untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Serangkaian komunikasi Miliband dengan pejabat Palestina dan Israel menunjukkan upaya Inggris menjaga jalur diplomasi di tengah meningkatnya ketegangan di Gaza dan Tepi Barat.
Situasi di Tepi Barat sendiri tetap menjadi salah satu titik rawan dalam konflik Israel-Palestina, terutama terkait aktivitas permukiman, kekerasan pemukim, serta kondisi ekonomi dan keamanan masyarakat Palestina.
Sumber: AA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







