Akurat Logo

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup, Bantah Klaim Trump

Fitra Iskandar | 19 Agustus 2026, 09:28 WIB
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup, Bantah Klaim Trump
Ilustrasi Selat Hormuz - Yenisafak

AKURAT.CO Iran menegaskan Selat Hormuz masih ditutup bagi pelayaran hingga Amerika Serikat memenuhi sejumlah tuntutan Teheran. Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan klaim Presiden AS Donald Trump yang mengatakan jalur strategis itu tetap terbuka dan beroperasi.

Negosiator utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai Washington memenuhi persyaratan dalam kesepakatan sementara yang dicapai kedua negara pada Juni.

Sejumlah syarat yang diajukan Iran mencakup penghentian blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, pencabutan sanksi minyak, pembebasan aset Iran yang dibekukan, serta penghentian ancaman dan operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran.

Dengan posisi tersebut, Teheran menolak klaim Trump yang menyatakan jalur pelayaran tersebut telah kembali normal.

Trump sebelumnya mengatakan melalui Truth Social bahwa “Selat Hormuz terbuka dan beroperasi”. Ia juga mengklaim seluruh ranjau laut telah disingkirkan atau diledakkan.

Pernyataan Trump tersebut menunjukkan perbedaan tajam mengenai kondisi sebenarnya di jalur perairan yang menjadi salah satu jalur energi paling penting di dunia.

Di tengah kebuntuan diplomasi, Iran juga menegaskan bahwa keterbukaan terhadap negosiasi tidak berarti Teheran bersedia menyerah kepada Washington.

Mohammad Mokhber, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, mengatakan Iran masih membuka ruang dialog dengan Amerika Serikat.

Namun, ia menegaskan Teheran tidak menyamakan negosiasi dengan penyerahan diri.

Menurut Mokhber, tekanan militer dan sanksi ekonomi tidak akan mematahkan tekad Iran. Teheran, kata dia, akan tetap mempertahankan keamanan, martabat, dan sekutunya tanpa bermaksud mencari perang.

Sikap tersebut muncul sehari setelah Trump kembali mendesak Iran menyerah dan “mengibarkan bendera putih”.

Aktivitas Kapal di Hormuz Masih Sangat Terbatas

Klaim Iran mengenai penutupan Selat Hormuz muncul ketika aktivitas pelayaran di jalur tersebut masih mengalami gangguan.

Data awal pelayaran menunjukkan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz pada Senin masih berada pada angka satu digit.

United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) juga menerima laporan bahwa sebuah kapal terkena proyektil yang belum diketahui jenisnya ketika berlayar keluar melalui Selat Hormuz.

Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan pada ruang mesin dan satu awak kapal menjadi korban. Penjaga Pantai Oman kemudian membantu awak kapal lainnya.

Hingga laporan tersebut muncul, belum ada tanggapan langsung dari pemerintah Iran terkait insiden itu.

Sumber: Reuters

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.