Arab Saudi Cegat 6 Rudal Houthi, Menlu Peringatkan Ancaman ke Jalur Pelayaran Laut Merah

AKURAT.CO Arab Saudi mencegat enam rudal balistik yang disebut diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman ke wilayah kerajaan pada Kamis, 24 September 2026. Di tengah eskalasi tersebut, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud memperingatkan bahwa ancaman Houthi tidak hanya menyasar negaranya, tetapi juga dapat berdampak pada keamanan jalur pelayaran internasional.
Pernyataan itu disampaikan Faisal di sela-sela Sidang Umum PBB di New York. Ia mengatakan Riyadh terus berkoordinasi dengan Amerika Serikat dan negara-negara mitra untuk menghadapi ancaman terhadap wilayah Arab Saudi dan pelayaran komersial di Laut Merah.
“Ini bukan hanya tentang Arab Saudi,” kata Faisal dalam wawancara dengan Fox News Digital.
Menurutnya, ancaman terhadap Bab el-Mandeb, jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden, merupakan persoalan keamanan internasional.
Enam Rudal Houthi Dicegat
Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi untuk Yaman, Mayor Jenderal Turki al-Malki, mengatakan sistem pertahanan udara Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan enam rudal balistik.
Rudal-rudal tersebut disebut diarahkan ke wilayah Taif dan Yanbu di Arab Saudi bagian barat. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan akibat serangan tersebut.
Otoritas pertahanan sipil Saudi sebelumnya mengeluarkan peringatan bahaya di sejumlah wilayah, termasuk Jeddah, Yanbu, Tabuk, Makkah, dan Taif. Peringatan tersebut kemudian dinyatakan berakhir setelah situasi dianggap aman.
Di sisi lain, Houthi mengklaim telah meluncurkan serangan rudal dan drone ke apa yang mereka sebut sebagai “sasaran sensitif” di Riyadh serta fasilitas Saudi Aramco di Yanbu.
Namun, hingga laporan terbaru, tidak ada konfirmasi langsung dari pemerintah Arab Saudi mengenai klaim serangan terhadap Riyadh maupun kerusakan atau korban di Taif dan Yanbu.
Arab Saudi Minta Dukungan Internasional
Faisal mengatakan Arab Saudi mampu mempertahankan wilayahnya dan akan merespons serangan Houthi sesuai kebutuhan. Namun, menurut dia, persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan lebih luas dari masyarakat internasional.
“Fakta bahwa Houthi mengancam Bab el-Mandeb dan pelayaran internasional merupakan risiko terhadap keamanan dan stabilitas internasional,” kata Faisal.
Karena itu, ia menilai tanggung jawab menghadapi ancaman tersebut tidak hanya berada di tangan Arab Saudi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






