Putin Peringatkan Dunia di Tengah Ketegangan Rusia-NATO, Singgung Senjata Nuklir dan AI

AKURAT.CO Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan meningkatnya risiko konflik global saat menghadiri pertemuan tahunan Valdai Discussion Club di Moskow pada 1 Oktober 2026.
Dalam pidatonya, Putin membahas perang Rusia-Ukraina, ketegangan dengan NATO, Kaliningrad, tatanan dunia multipolar, reformasi PBB, hingga perkembangan kecerdasan buatan atau AI.
Putin Sebut Dunia dalam Situasi Berbahaya
Putin mengatakan konflik internasional kemungkinan masih berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Ia memperingatkan bahwa perubahan besar dalam tatanan dunia dapat mendorong negara-negara mengambil risiko lebih besar.
Terkait perang Rusia-Ukraina, Putin kembali menyampaikan klaim Kremlin bahwa Rusia tidak menginginkan perang dan menuduh negara-negara Barat mendorong sentimen anti-Rusia di Ukraina. Klaim tersebut telah ditolak Ukraina dan negara-negara Barat.
Kaliningrad dan Ancaman Senjata Nuklir
Kaliningrad menjadi salah satu isu paling sensitif dalam pidato Putin. Wilayah Rusia yang berada di antara Polandia dan Lithuania itu merupakan titik strategis dalam ketegangan Rusia-NATO.
Putin mengatakan jika Rusia menghadapi serangan langsung, termasuk terhadap Kaliningrad, Moskow akan mempertimbangkan penggunaan seluruh persenjataannya, termasuk senjata nuklir.
NATO merespons dengan menyatakan bahwa aliansi tersebut bersifat defensif dan meminta Rusia menghentikan retorika mengenai ancaman nuklir.
Putin Dorong Dunia Multipolar
Putin mengatakan dunia sedang bergerak menjauh dari hegemoni Barat menuju sistem multipolar. Rusia juga mendukung reformasi PBB dengan memberikan peran lebih besar kepada Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah.
Ia menyebut BRICS memiliki potensi dalam tatanan dunia baru, tetapi menilai kelompok tersebut masih membutuhkan pembagian fungsi dan batas kewenangan yang lebih jelas.
Putin Peringatkan Bahaya AI
Putin juga memperingatkan risiko penggunaan kecerdasan buatan secara tidak terkendali. Ia menyebut AI dapat menjadi alat “depersonalisasi” melalui algoritma yang diprogram dari luar dan bahkan mengaitkannya dengan kemungkinan munculnya “totalitarianisme digital”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







