Akurat
Pemprov Sumsel

Bluebird Catat Kenaikan 14 Persen Pendapatan, Inilah Besarannya yang Investor Perlu Tahu

Sultan Tanjung | 26 Maret 2025, 06:00 WIB
Bluebird Catat Kenaikan 14 Persen Pendapatan, Inilah Besarannya yang Investor Perlu Tahu

AKURAT.CO PT Blue Bird Tbk (BIRD) berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,04 triliun pada tahun 2024, meningkat 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian ini menandai pertumbuhan double-digit perusahaan selama tiga tahun berturut-turut, didorong oleh ekspansi layanan, peningkatan permintaan, serta optimalisasi teknologi.

Dari sisi profitabilitas, Bluebird membukukan EBITDA sebesar Rp1,2 triliun, naik 9 persen secara year-on-year (YoY), sementara laba bersih perusahaan mencapai Rp593 miliar atau meningkat 28 persen YoY.

Peningkatan ini sejalan dengan transformasi Bluebird sebagai perusahaan Mobility as a Service (MaaS) yang semakin memperluas layanan transportasi taksi dan non-taksi.

Baca Juga: Bluebird Luncurkan Well-Nest Ride di Bali untuk Mendukung Kesehatan Mental Wisatawan

Ekspansi Layanan dan Armada

Peningkatan pendapatan Bluebird tidak hanya berasal dari layanan taksi yang naik 12 persen, tetapi juga dari segmen rental, bus, shuttle, dan layanan lainnya yang mengalami kenaikan hingga 19 persen.

Sepanjang tahun 2024, perusahaan menambah sekitar 1.200 armada baru, sehingga total kendaraan operasionalnya kini mencapai lebih dari 24.000 unit.

Salah satu layanan terbaru yang diperkenalkan adalah AKAP Premium Cititrans Busline, yang diluncurkan pada awal tahun lalu.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto (Andre) Djokosoetono, menegaskan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menjaga relevansi di tengah perubahan kebutuhan konsumen.

“Kami terus beradaptasi dengan menghadirkan solusi mobilitas yang lebih fleksibel, kemudahan akses, serta metode transaksi yang lebih praktis,” ujar Andre lewat siaran pers kepada awak media di Jakarta, Senin (25/3).

Inovasi Teknologi dan Keberlanjutan

Bluebird terus berinovasi dalam meningkatkan aksesibilitas layanan, termasuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai platform digital.

Aplikasi MyBluebird menjadi salah satu faktor utama dalam pertumbuhan ini, menyumbang 35 persen dari total transaksi pada tahun 2024.

Selain itu, penggunaan pembayaran non-tunai meningkat signifikan hingga 61 persen sepanjang tahun.

Di sisi keberlanjutan, melalui pilar BlueSky, Bluebird memperluas armada ramah lingkungan di layanan taksi, rental, dan bus.

Tahun 2024 juga menjadi momentum ekspansi Bluebird dalam operasional Bus Rapid Transit (BRT) berbasis 100 persen bus listrik di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Medan.

Baca Juga: Pahlawan Sehari-Hari di Balik Kemudi Bluebird

Perusahaan juga terus mengajak pelanggan berkontribusi dalam upaya keberlanjutan melalui fitur Bluebird Sustainability Movement yang tersedia di aplikasi MyBluebird.

Kontribusi Sosial dan ESG

Komitmen Bluebird terhadap tanggung jawab sosial tercermin dalam berbagai program di bawah pilar BlueLife.

Program seperti Kampus Merdeka, pemberdayaan perempuan melalui Kartini Bluebird, Beasiswa Bluebird Peduli yang telah mencapai lebih dari 64.000 penerima manfaat, serta inisiatif Well-Nest Ride, memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Konsistensi Bluebird dalam menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) juga mendapatkan pengakuan, dengan kembalinya perusahaan sebagai konstituen indeks ESGQ 45 IDX KEHATI dan ESG SL IDX KEHATI.

Meningkatkan Standar Industri Mobilitas

Dengan berbagai pencapaian ini, Bluebird semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin industri mobilitas di Indonesia.

“Kami bersyukur atas kepercayaan masyarakat dan berterima kasih kepada seluruh karyawan yang telah berkontribusi dalam menjaga standar layanan terbaik. Dukungan ini menjadi motivasi kami untuk terus berkembang dan menghadirkan solusi mobilitas yang lebih inovatif dan berkelanjutan,” tutup Andre.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.