Harga Emas Anjlok 11 Persen Sepekan, Ini Penyebabnya

AKURAT.CO Harga emas anjlok hingga 11 persen dalam sepekan, menjadi penurunan terbesar sejak 1983. Secara keseluruhan, harga emas dunia bahkan telah turun lebih dari 14 persen sejak konflik geopolitik di Timur Tengah memanas.
Padahal, dalam kondisi krisis global, emas biasanya menjadi pilihan utama investor untuk melindungi nilai aset. Namun, kondisi pasar saat ini menunjukkan tren berbeda.
Gejolak akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu gangguan ekonomi global, termasuk lonjakan harga energi dan ketidakpastian pasar.
Penyebab Harga Emas Anjlok
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan harga emas anjlok saat ini, di antaranya:
Baca Juga: Update Harga Emas Pegadaian 20 Maret 2026: Anjlok Berjamaah
1. Ekspektasi Suku Bunga Tinggi
Dikutip dari berbagai sumber, pelaku pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lama.
Kondisi ini membuat instrumen investasi seperti obligasi menjadi lebih menarik karena memberikan imbal hasil, sementara emas tidak menghasilkan pendapatan. Akibatnya, minat terhadap emas menurun.
2. Penguatan Dollar AS
Harga emas anjlok juga dipengaruhi oleh menguatnya nilai tukar dollar AS.
Ketika dollar menguat, harga emas menjadi lebih mahal bagi investor global, sehingga permintaan menurun.
Dalam beberapa pekan terakhir, indeks dollar AS tercatat mengalami kenaikan, yang turut menekan harga emas dunia.
3. Kenaikan Imbal Hasil Obligasi
Imbal hasil obligasi global meningkat seiring kebijakan suku bunga tinggi. Hal ini membuat investor beralih dari emas ke aset yang memberikan keuntungan lebih besar.
Fenomena ini dikenal sebagai opportunity cost, yaitu biaya peluang memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas.
4. Aksi Jual Investor
Setelah mengalami kenaikan signifikan dalam dua tahun terakhir, banyak investor mulai mengambil keuntungan dengan menjual emas.
Baca Juga: Ketegangan Global Dorong Harga Emas, HRTA: Momentum Perkuat Permintaan Domestik
Aksi jual ini semakin mempercepat penurunan harga emas di pasar global.
Sebelum harga emas anjlok, logam mulia ini sempat mengalami lonjakan besar. Sepanjang 2025, harga emas bahkan naik hingga 64 persen.
Pada awal 2026, harga emas sempat menembus level tinggi dan mencetak rekor baru. Namun, tren kenaikan tersebut kini mulai kehilangan momentum.
Penurunan terbaru bahkan menghapus kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









