Akurat Logo

Apa Itu Transfer Pricing? Begini Dugaan Manipulasi Harga Ekspor Sawit

Titania Isnaenin | 13 Agustus 2026, 14:25 WIB
Apa Itu Transfer Pricing? Begini Dugaan Manipulasi Harga Ekspor Sawit
Pemerintah mengusut dugaan transfer pricing ekspor sawit. - Ilustrasi

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia saat ini tengah menyoroti dugaan praktik manipulasi harga ekspor atau transfer pricing yang melibatkan 10 perusahaan besar dalam industri minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Investigasi intensif dilakukan oleh Kementerian Keuangan bersama Kejaksaan Agung untuk mengusut potensi kerugian negara yang mencapai triliunan rupiah akibat ketidakwajaran nilai transaksi pada komoditas unggulan tersebut.

Berikut definisi mekanisme perpajakan tersebut serta kaitannya dengan skandal ekspor sawit yang menjadi perhatian serius otoritas fiskal nasional.

Apa Itu Transfer Pricing?

Secara fundamental, transfer pricing merupakan kebijakan penetapan harga dalam transaksi barang, jasa, atau aset takberwujud antara perusahaan yang memiliki hubungan istimewa atau terafiliasi.

Praktik ini sebenarnya merupakan bagian dari strategi bisnis global untuk mendistribusikan sumber daya di dalam satu grup perusahaan. Namun, mekanisme tersebut dapat disalahgunakan untuk memindahkan laba ke negara dengan tarif pajak yang lebih rendah.

Dalam konteks perpajakan di Indonesia, setiap perusahaan yang melakukan transaksi dengan pihak afiliasi wajib mengikuti prinsip kewajaran dan kelaziman usaha sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 172 Tahun 2023.

Ketentuan tersebut mewajibkan wajib pajak menyusun dokumentasi yang membuktikan bahwa harga transaksi selaras dengan harga pasar yang berlaku pada transaksi independen. Jika harga yang ditetapkan jauh di bawah atau di atas harga pasar tanpa alasan komersial yang kuat, otoritas pajak berhak melakukan koreksi atas nilai transaksi tersebut.

Dugaan Manipulasi Harga Ekspor Sawit

Dugaan kasus ekspor sawit yang mencuat pada pertengahan 2026 bermula ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengantongi data mengenai 10 produsen raksasa yang terindikasi melakukan manipulasi.

Temuan awal menunjukkan adanya selisih yang signifikan setelah tim kementerian membandingkan harga ekspor riil dari Indonesia dengan harga barang di pasar internasional.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.