Wakil Bupati Indramayu Jadi Tersangka Korupsi Rp18 M, Begini Reaksi Mengejutkan Lucky Hakim

AKURAT.CO Mantan aktor yang kini menjabat sebagai Bupati Indramayu, Lucky Hakim, akhirnya buka suara terkait pusaran kasus korupsi yang menyeret Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin.
Syaefudin kini resmi menyandang status tersangka atas dugaan korupsi tunjangan perumahan dan transportasi pimpinan serta anggota DPRD Kabupaten Indramayu.
Kasus yang tengah menghebohkan publik ini berawal dari adanya temuan penyimpangan anggaran tahun 2022 hingga 2025.
Tak main-main, ulah culas tersebut ditaksir telah merugikan negara hingga mencapai Rp18 miliar.
Baca Juga: Heboh Video 'Pulangkan Lucky Hakim ke Cilacap,' Konspirasi Politik di Indramayu?
Pria berusia 48 tahun tersebut mengaku baru mengetahui kabar miring yang menimpa rekan kerjanya itu melalui pemberitaan di media massa.
"Saya mengetahui dari media, dan dari salah satu kepala dinas yang juga dipanggil sebagai tersangka," ujar Lucky Hakim saat ditemui di kantornya.
Artis yang populer di era 2000-an ini menambahkan bahwa dirinya sudah memantau perkembangan kasus tersebut sejak sepekan terakhir.
"Sejak diumumkan oleh kejaksaan minggu lalu, walau memang saya sempat membaca di beberapa medsos terkait pemberitaan penetapan tersangka," katanya.
Meskipun sang wakil bupati tengah terjerat kasus hukum berat, Lucky menegaskan bahwa roda pemerintahan di Kabupaten Indramayu sama sekali tidak terganggu dan tetap berjalan kondusif.
Demi kelancaran tugas, dia telah mengalihkan wewenang Syaefudin kepada Sekretaris Daerah (Sekda).
"Berjalan normal cuma memang penugasaan terhadap Pak Wabup jadi kami alihkan ke Pak Sekda, karena minggu lalu Pak wabup menyampaikan ke saya bahwa beliau sakit jadi tidak bisa beragenda," tuturnya.
Seiring bergulirnya kasus ini, spekulasi liar mulai bermunculan di tengah masyarakat.
Banyak pihak yang mempertanyakan apakah Lucky Hakim ikut terseret atau mengetahui aliran dana haram tersebut.
Sayangnya, saat dihujani pertanyaan oleh awak media mengenai isu miring tersebut, Lucky Hakim memilih enggan berkomentar. Dia hanya melambaikan tangan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun sembari bergegas masuk ke dalam mobil dinasnya.
Di sisi lain, tim penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat memastikan proses hukum akan terus berjalan objektif.
Baca Juga: Lucky Hakim: Liburan ke Jepang Pakai Dana Pribadi Bukan Uang Negara
Kasie Penkum Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan intensif terhadap Syaefudin sedang berlangsung.
"Di hari ini sesuai surat panggilan yang kami layangkan kepada tersangka S... di penyidik Kejati Jawa Barat, sementara melakukan pemeriksaan terhadap tersangka di bidang Pidsus Kejati Jawa Barat di mana tersangka didampingi oleh penasihat hukum," ucap Nur Sricahyawijaya di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.
"Itu terkait dengan dugaan tindak pidana tunjangan perumahan anggota dewan DPRD Kabupaten Indramayu," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Link Nonton Piala Dunia 2026 Resmi dan Legal, Kualitas HD Bukan di Score808
- 2Di Balik Penolakan Keras Singapura ke Ekspor Satu Pintu DSI: Risiko Kehilangan Ratusan Miliar Dolar Arus Ekspor dan Devisa
- 3Prediksi Skor Uzbekistan vs Kolombia di Piala Dunia 2026: Debutan Asia Hadapi Ujian Berat dari Los Cafeteros
- 4Prediksi Skor Swiss vs Bosnia dan Herzegovina: Nati Diunggulkan, Tapi Jangan Remehkan Ancaman Tim Balkan
- 5Prediksi Skor Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026: Duel Seimbang, Akankah Black Stars Bangkit?
- 6Prediksi Skor Belgia vs Mesir Lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 7Prediksi Skor Turki vs Paraguay: Saatnya Crescent-Stars Bangkit atau La Albirroja Ciptakan Kejutan?
- 8Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Das Team Diunggulkan, Mampukah Debutan Asia Membuat Kejutan?
- 9KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim, Kejar Aliran Uang dan Aset Hasil Pemerasan WNA
- 10Prabowo Jalin Kerja Sama dengan Imperial College London, Bangun 10 Universitas Kedokteran dan Sains di Indonesia








