Gara-gara Es Krim, Unilever Pernah Kewalahan Akibat Gerakan Boikot Produk Israel

AKURAT.CO – Akibat konflik Palestina dan Israel yang tak kunjung mereda dan tak seimbang. Kini ramai disuarakan Gerakan boikot produk Israel atau yang mendukungnya.
Namun apakah gerakan boikot produk Israel ini dapat berjalan efektif untuk meredam serangan Israel ke Palestina.
Mengutip dari Times of Israel, pada tahun 2021 Unilever pernah kewalahan saat salah satu jenama es krim asal Amerika Serikat Ben & Jerry’s yang menjadi anak perusahaan menolak untuk menjual produk Es Krim tersebut di wilayah pendudukan Israel atas Palestina.
Baca Juga: Sejarah Ragusa, Es Krim Paling Ikonik Sedunia Versi TasteAtlas
“Kami percaya bahwa penjualan es krim Ben & Jerry's di Wilayah Pendudukan Palestina tidak sejalan dengan nilai-nilai kami,” kata Ben & Jerry's dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan boikot tersebut.
“Kami juga mendengar dan menyadari kekhawatiran yang disampaikan oleh penggemar dan mitra tepercaya kami.” Imbuhnya,
Akibat gerakan boikot produk tersebut, Unilever dituntut oleh investornya yang berasal dari dana pensiun sejumlah Lembaga pemerintahan di Amerika Serikat.
Baca Juga: 4 Cara Menyimpan Es Krim Di Freezer Agar Tidak Berubah Rasa
Pengelola dana pensiun tersebut menuntut Unilever mengembalikan investasi mereka karena nilai saham Unilever yang anjlok.
“Penggugat menuduh Unilever seharusnya memberi tahu para pemegang sahamnya bahwa Ben & Jerry's akan mengambil keputusan yang dapat menyebabkan jatuhnya nilai perusahaan.,” begitu tulis Times of Israel pada 31 Agustus 2023.
Ben & Jerry's telah lama menyatakan dirinya sebagai perusahaan aktivis yang liberal, dan ketika Unilever mengakuisisi pembuat es krim tersebut pada tahun 2000, dewan direksi Ben & Jerry's dapat mengambil keputusan secara independen.
Baca Juga: Daftar Produk Unilever yang Diduga Mendukung Penjajahan Israel atas Palestina
Unilever sudah lama menyatakan bahwa mereka tidak memiliki kendali atas keputusan boikot tersebut.
Sebagai perusahaan Induk, Unilever pun berusaha agar investor tidak keluar dan akhirnya memenangkan sejumlah gugatan.
Produk Es Krim Ben & Jerry’s pun tetap bisa dinikmati di wilayah Israel namun dengan skema yang berbeda yaitu dengan cara Unilever menjual unit usaha di Israel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








