Akurat
Pemprov Sumsel

Lontong Cap Gomeh, Hidangan Adaptasi Peranakan Tionghoa dengan Sentuhan Jawa

Sultan Tanjung | 6 Februari 2024, 06:00 WIB
Lontong Cap Gomeh, Hidangan Adaptasi Peranakan Tionghoa dengan Sentuhan Jawa

AKURAT.CO Lontong Cap Go Meh adalah hidangan yang menggabungkan cita rasa Tionghoa dan Jawa, menjadi ciri khas perayaan Tahun Baru Imlek di Indonesia.

Berikut adalah penjelasan mengenai hidangan ini dan cara membuatnya:

Baca Juga: Kota Tertoleran, Singkawang Gelar Cap Gomeh dengan Tatung dari Australia dan Malaysia

  1. Asal Usul Lontong Cap Go Meh:

    • Lontong cap go meh merupakan adaptasi peranakan Tionghoa terhadap masakan Indonesia, khususnya masakan Jawa.
    • Biasanya disajikan 15 hari setelah perayaan Tahun Baru Imlek.
    • Hidangan ini menggabungkan unsur-unsur tradisional dari kedua budaya.
  2. Komponen Lontong Cap Go Meh:

    • Lontong: Beras ketan yang dikukus dalam bungkus daun pisang hingga padat dan kenyal.
    • Opor Ayam: Ayam yang dimasak dengan santan dan bumbu rempah, seperti Royco Ayam kuning dan daun salam.
    • Sayur Lodeh: Campuran sayuran seperti nangka muda, labu siam, melinjo, cabe, terong, dan kacang yang direbus dengan santan.
    • Sambal Goreng Hati Ampela: Hati dan ampela ayam yang dimasak dengan bumbu halus, santan, dan kecap manis.
  3. Cara Membuat Lontong Cap Go Meh:

    • Lontong:
      • Potong daun pisang dan bakar sebentar.
      • Buat selongsong lontong dengan beras ketan dan kukus hingga matang.
    • Opor Ayam:
      • Tumis bumbu halus, masukkan ayam dan cabe merah giling.
      • Tambahkan air, santan, dan Royco Pelezat Rasa Ayam.
    • Sayur Lodeh:
      • Rebus nangka muda dengan santan hingga matang.
      • Tambahkan bumbu halus, udang, dan berbagai sayuran.
    • Sambal Goreng Hati Ampela:
      • Tumis bumbu halus, masukkan hati dan ampela ayam.
      • Tambahkan santan, Royco Pelezat Rasa Ayam, dan Bango Kecap Manis.
  4. Bumbu Abing:

    • Satukan semua bahan di atas dan masak hingga tercampur sempurna.

Lontong cap go meh adalah perpaduan harmonis antara budaya Tionghoa dan Jawa, dan selalu dinanti saat perayaan Imlek. Selamat mencoba!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.