Tips Mengolah Daging Kurban ala Devina Hermawan, Dijamin Tidak Alot dan Empuk

AKURAT.CO Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Senin (17/6/2024) telah dirayakan oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Momen ini menjadi istimewa karena berbagi kebahagian dengan sesama.
Salah satu tradisi yang identik dengan Idul Adha adalah pembagian daging kurban.
Bagi mereka yang beruntung menerima daging kurban, momen ini menjadi kesempatan untuk menikmati hidangan lezat yang dimasak dengan penuh cinta dan keikhlasan.
Baca Juga: Jangan Gunakan Kantong Kresek untuk Wadah Daging Kurban
Namun, mengolah daging kurban agar empuk dan lezat tidak selalu mudah.
Dalam kesempatan ini, Chef Devina Hermawan membagikan sejumlah tips mengolah daging kurban agar tidak alot dan dijamin akan lebih empuk, terutama untuk bagian daging yang memiliki serat kasar.
Dengan demikian, tips ini dapat dijadikan inspirasi dalam mengolah daging selama perayaan Idul Adha.
Menurut Devina Hermawan, mengolah daging kurban yang berserat harus menggunakan teknik khusus, yaitu di marinasi dengan teknik velveting.
"Kalau mengolah daging yang berserat kasar kita bisa marinasi dengan (teknik) velveting atau taburkan tepung dan putih telur, itu gaya Chinese style, kedua dipresto dalam waktu yang lama itu sebenarnya sesuatu yang kita sudah sering lakukan," kata Devina dikutip dari ANTARA, Senin (17/6/2024).
Selain itu, potongan brisket atau sandung lamur bisa menjadi pilihan karena memiliki kandungan lemak dan serat daging yang seimbang, membuatnya lebih lembut.
Tak hanya itu saja, agar daging kurban tidak alot, cobalah memasaknya dengan presto. Setelah itu, biarkan daging dalam fase vakum selama 45 menit hingga satu jam.
Gunakan teknik merendam daging dalam kecap asin Jepang atau metode chasu yang telah diberi bumbu pelengkap untuk memberikan rasa yang lebih seimbang dan agar bumbu lebih meresap.
Setelah direndam dan disimpan semalaman, daging bisa dimasak keesokan harinya untuk mendapatkan hasil yang ekstra empuk.
Terakhir, Devina mengatakan bahwa selain metode memasak yang tepat, memilih daging juga perlu memperhatikan karakteristik dan perbedaan bagian potongan yang mempengaruhi kelembutan daging.
Misalnya, potongan prime cut seperti tenderloin, sirloin, atau rib eye merupakan jenis daging yang lembut karena berasal dari bagian tubuh sapi yang tidak aktif dan tidak memiliki otot yang keras.
“Kalau prime cut bisa dimasak sebentar, contoh has dalam kita oseng masih bisa dimasak jadi empuk, kalau daging lokal misal sandung lamur dan lain-lain memang triknya harus dimasak lama atau dipotong sangat tipis,” ujarnya.
Baca Juga: 3 Golongan Orang yang Berhak Menerima Daging Kurban pada Idul Adha, Siapa Aja?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





