Apa Itu Zat Komestik Sodium Dehydroacetate yang Ramai Dibicarakan Karena Terkandung dalam Roti?

AKURAT.CO Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengungkapkan dampak dari mengonsumsi zat pengawet sodium dehydroacetate atau natrium dehidroasetat.
Sebelumnya, media sosial sempat heboh mengenai kandungan sodium dehydroacetate pada salah satu merek roti seperti Okko.
Lantas, apa itu zat sodium dehydroacetate yang kini ramai disebut ada dalam roti?
Apa itu Sodium Dehydroacetate?
Sodium dehydroacetate dikenal sebagai zat pengawet yang umum ditemukan dalam produk kosmetik.
Lalu, sodium dehydroacetate juga sering digunakan dalam makanan untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri.
Namun, penggunaan bahan kimia ini dalam makanan dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan yang perlu diperhatikan.
Salah satu risiko utama dari konsumsi sodium dehydroacetate adalah potensinya menyebabkan reaksi alergi pada beberapa individu.
Gejala alergi bisa berupa ruam kulit, gatal-gatal, hingga kesulitan bernapas. Selain itu, konsumsi jangka panjang bahan kimia ini juga dapat mempengaruhi kesehatan organ dalam tubuh.
Selain itu, sodium dehydroacetate dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota usus, yang penting untuk pencernaan dan kesehatan sistem kekebalan tubuh.
Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti diare atau konstipasi, serta melemahkan sistem imun.
Senyawa ini memiliki sifat antimikroba, sehingga sering digunakan sebagai pengawet.
Bahkan, zat ini tetap efektif pada konsentrasi yang sangat rendah yaitu 0,6 persen, untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur.
Biasanya, sodium dehydroacetate digunakan dalam produk kosmetik seperti sunscreen, produk mandi, produk perawatan rambut dan kuku, eyeshadow, lotion, serta pasta gigi.
Di Amerika Serikat, zat ini telah dianggap aman digunakan dalam kosmetik setelah diuji oleh Cosmetic Ingredient Review (CIR) pada 2023.
Lebih lanjut, terdapat kekhawatiran bahwa penggunaan pengawet ini dalam jumlah besar dapat berkontribusi terhadap perkembangan resistensi bakteri terhadap antibiotik.
Hal ini menjadi ancaman serius mengingat resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan global yang semakin meningkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








