Beras Porang vs Shirataki: Mana yang Lebih Sehat untuk Diet Rendah Karbohidrat?
AKURAT.CO Dalam tren hidup sehat dan diet rendah kalori, beras porang dan shirataki kian populer sebagai pengganti nasi putih. Keduanya dikenal rendah karbohidrat, tinggi serat, dan cocok bagi penderita diabetes atau pelaku gaya hidup keto.
Namun, meski tampak serupa, keduanya memiliki perbedaan mendasar, mulai dari bahan baku hingga manfaat kesehatan.
Mengutip berbagai sumber, beras porang berasal dari umbi Amorphophallus muelleri, tanaman asli Indonesia yang belakangan menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi.
Sementara shirataki terbuat dari umbi Amorphophallus konjac, spesies yang banyak dibudidayakan di Jepang dan Tiongkok.
Meski keduanya dari keluarga Araceae, porang dan konjac memiliki kadar glukomanan yang berbeda. Konjac mengandung lebih banyak glukomanan, serat larut air yang sangat baik untuk menjaga gula darah dan berat badan.
Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatan
Beras shirataki hampir tidak mengandung kalori dan karbohidrat, sekitar 5-10 kalori per 100 gram dan kaya akan glukomanan.
Serat ini terbukti dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan rasa kenyang, serta menstabilkan kadar glukosa darah, sebagaimana dijelaskan dalam Journal of Obesity (Keithley & Swanson, 2005).
Sementara itu, beras porang yang beredar di pasaran kadang dicampur dengan tepung lain atau bahkan beras putih, sehingga kandungan kalori dan karbohidratnya bisa lebih tinggi dibandingkan shirataki murni. Namun, porang tetap rendah indeks glikemiknya.
Yang perlu diperhatikan adalah proses pengolahannya. Jika beras porang dicampur dengan bahan tambahan seperti tepung tapioka atau nasi putih, manfaatnya bisa berkurang.
Tekstur dan Cara Konsumsi
Dari segi tekstur, beras porang lebih padat dan menyerupai nasi lokal, sedangkan shirataki cenderung kenyal dan transparan, dengan aroma khas yang bisa memudar setelah dicuci bersih.
Shirataki lebih cocok untuk diet ketat karena hampir tidak mengandung energi, tetapi porang lebih ramah bagi pemula diet karena teksturnya lebih mirip nasi.
Jika Anda mengutamakan zero carb untuk keperluan diet keto atau diabetes, shirataki mungkin pilihan terbaik.
Namun, jika Anda ingin beralih perlahan dari nasi putih ke makanan rendah karbohidrat dengan tekstur lebih familiar, beras porang bisa jadi solusi lokal yang mendekati sempurna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





