Arti dan Jenis Istilah Makanan Asing yang Perlu Diketahui Penumpang Muslim Penerbangan Internasional, Jangan Sampai Salah!

AKURAT.CO Bagi penumpang Muslim yang sering melakukan perjalanan internasional, memahami berbagai istilah makanan asing menjadi sangat penting untuk memastikan makanan yang dikonsumsi halal dan sesuai syariat Islam.
Hal ini disebabkan adanya kemungkinan menemui makanan yang mengandung babi atau bahan tidak halal lainnya, terutama saat bepergian ke negara non-Muslim.
Kewaspadaan dan pengetahuan seputar istilah makanan haram sangat dibutuhkan, terutama dalam memeriksa label atau komposisi pada kemasan produk.
Istilah Khusus Makanan Halal di Pesawat
Saat terbang dengan maskapai internasional, penumpang Muslim dapat memesan Moslem Meal atau dikenal dengan kode IATA MOML.
MOML berarti makanan halal yang disediakan selama penerbangan.
Maskapai seperti Etihad dan Qatar Airways bahkan memastikan semua makanan dalam penerbangan mereka adalah halal, sehingga penumpang tidak perlu melakukan permintaan khusus.
Istilah-istilah Makanan yang Mengandung Babi
Daging Babi Umum
Pork: Daging babi dalam masakan, istilah yang umum digunakan secara internasional. Ini mengacu pada tidak adanya daging babi dalam bentuk apa pun, termasuk ham, bacon, atau sosis babi.
Ham: Potongan daging yang diambil dari paha babi, biasanya diolah dengan cara dipanggang atau direbus.
Bacon: Daging hewan yang diiris tipis, terutama babi, sering diambil dari bagian perut atau punggung babi.
Pig: Istilah untuk babi muda dengan berat kurang dari 50 kilogram.
Hog: Istilah untuk babi dewasa dengan berat melebihi 50 kilogram.
Boar: Mengacu pada babi liar atau celeng.
Swine: Istilah untuk keseluruhan kumpulan spesies babi.
Sow: Babi betina dewasa.
Porcine: Sesuatu yang berkaitan atau berasal dari babi, sering ditemukan di obat-obatan.
Olahan Daging Babi Spesifik
Lard: Lemak babi yang digunakan untuk membuat minyak masak atau sabun, diambil dari bagian perut atau bokong babi, sering digunakan untuk menambah rasa dan kelembutan pada makanan. Beberapa makanan yang mungkin mengandung lard antara lain roti, kue, biskuit, dan cokelat.
Gelatin: Bahan yang digunakan dalam berbagai makanan seperti permen dan jeli, dibuat dengan merebus tulang, kulit, dan jaringan hewan termasuk babi, sehingga dianggap tidak halal dalam Islam.
Samcan (Pork Belly): Daging babi yang terdiri dari lapisan daging dan lemak, dikenal karena cita rasa gurihnya dan sering diolah dengan cara digoreng kering atau dibuat babi panggang.
Bakut: Sebutan untuk iga babi, umumnya diolah menjadi sup seperti bakut teh yang populer di Singapura.
Lapchiong (Lapcheong): Sosis yang terbuat dari daging dan lemak babi yang dikeringkan, memiliki tekstur keras dan berserat kasar, serta cita rasa manis khas.
Sekba (Bektim): Hidangan jeroan babi khas China Selatan yang direbus dalam kuah sup berbumbu kecap, rempah, dan bawang.
Banger: Hidangan di Inggris yang merupakan potongan daging babi kecil-kecil, dibumbui, dan dimasukkan dalam kantong.
Prosciutto: Daging babi yang diolah.
Istilah Babi dalam Berbagai Bahasa
Untuk mempermudah identifikasi, berikut adalah istilah babi dalam beberapa bahasa yang perlu diwaspadai.
1. Tiongkok
Char Siu: Daging babi panggang dengan bumbu merah khas Canton, dikenal sebagai BBQ pork.
Cu Nyuk: Daging babi dalam Bahasa Khek/Hakka.
Zhu Rou: Daging babi dalam Bahasa Mandarin.
2. Korea
Dwaeji: Daging babi dalam Bahasa Korea.
3. Jepang
Butaniku: Daging babi. Contohnya ditemukan pada menu seperti "Buta Yasai Itame" atau "Butadon".
Ton: Merujuk pada hidangan dengan bahan utama daging babi, seperti "Tonkatsu" yang merupakan irisan daging babi dalam kuliner Jepang.
Tonkotsu: Ramen yang dilengkapi dengan daging babi.
Nuraniku: Daging babi dalam Bahasa Jepang.
Nibuta: Hidangan dari pundak babi di Jepang.
Yakibuta: Babi panggang dalam Bahasa Jepang.
Pooku/Pork: Sering ditulis dalam menu makanan restoran di Jepang.
4. Indonesia
B2: Sebutan makanan berbahan babi di Indonesia.
Khinzir: Babi dalam Bahasa Arab dan Melayu.
Istilah Makanan yang Mengandung Alkohol
Penting bagi penumpang Muslim untuk mengetahui istilah-istilah yang menunjukkan kandungan alkohol, terutama dalam masakan Jepang.
Sake: Bukan hanya minuman, tetapi juga sering digunakan sebagai bumbu masakan cepat saji maupun rumahan di Jepang.
Mirin: Alkohol jenis ringan yang hampir selalu digunakan di semua masakan Jepang untuk memperkuat rasa gurih dan memberikan efek mengkilap.
Arukoru: Istilah umum untuk alkohol, banyak ditemukan dalam saus, cuka masa, atau makanan fermentasi.
Dengan memahami istilah-istilah ini dan menerapkan tips di atas, penumpang Muslim dapat menjalani perjalanan internasional dengan lebih tenang dan nyaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






