BRIN Temukan Probiotik Antikanker dari Madu Lebah Tanpa Sengat

AKURAT.CO Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan probiotik dari madu lebah tanpa sengat yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pangan fungsional hingga pengembangan antikanker.
Temuan ini berasal dari penelitian terhadap bakteri asam laktat yang ditemukan pada madu lebah tanpa sengat atau stingless bee honey.
Dalam keterangan resmi BRIN disebutkan bahwa penelitian dilakukan untuk mengeksplorasi potensi mikroorganisme alami pada madu lebah tanpa sengat. Hasil penelitian menunjukkan adanya kandidat probiotik yang memiliki karakteristik menjanjikan untuk berbagai aplikasi kesehatan dan pangan.
Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Yulinar Firdaus, menjelaskan penelitian ini difokuskan pada isolasi dan identifikasi bakteri asam laktat dari madu lebah tanpa sengat.
Berpotensi Jadi Pangan Fungsional dan Antikanker
Yulinar Firdaus, Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, mengatakan hasil penelitian menunjukkan beberapa isolat memiliki karakteristik probiotik yang baik.
"Bakteri asam laktat dari madu lebah tanpa sengat memiliki potensi sebagai probiotik yang dapat dikembangkan menjadi pangan fungsional dan memiliki aktivitas antikanker.”
Ia menjelaskan bakteri asam laktat tersebut diuji menggunakan berbagai parameter untuk melihat ketahanan dan potensi manfaat biologisnya. Penelitian menunjukkan sejumlah isolat mampu bertahan dalam kondisi yang menyerupai saluran pencernaan.
Selain itu, BRIN menyebut kandidat probiotik yang ditemukan juga menunjukkan aktivitas biologis yang berpotensi digunakan dalam pengembangan produk kesehatan berbasis mikroorganisme.
Riset Fokus pada Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal
Menurut BRIN, eksplorasi mikroorganisme lokal menjadi penting karena Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tinggi yang berpotensi menghasilkan sumber probiotik baru.
Penelitian terhadap madu lebah tanpa sengat juga dilakukan untuk memperluas pemanfaatan sumber daya hayati lokal dalam sektor pangan dan kesehatan.
“Eksplorasi sumber probiotik lokal penting untuk mendukung pengembangan produk berbasis biodiversitas Indonesia," sebut Yulinar.
BRIN menyatakan penelitian ini masih akan terus dikembangkan untuk memahami lebih jauh potensi aplikasi probiotik tersebut pada berbagai bidang, termasuk pangan fungsional dan kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






