Akurat Logo

BRIN Temukan Probiotik Antikanker dari Madu Lebah Tanpa Sengat

Yusuf Tirtayasa | 8 Juni 2026, 22:23 WIB
BRIN Temukan Probiotik Antikanker dari Madu Lebah Tanpa Sengat
BRIN Temukan Probiotik Antikanker dari Madu Lebah Tanpa Sengat

AKURAT.CO Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan probiotik dari madu lebah tanpa sengat yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pangan fungsional hingga pengembangan antikanker.

Temuan ini berasal dari penelitian terhadap bakteri asam laktat yang ditemukan pada madu lebah tanpa sengat atau stingless bee honey.

Dalam keterangan resmi BRIN disebutkan bahwa penelitian dilakukan untuk mengeksplorasi potensi mikroorganisme alami pada madu lebah tanpa sengat. Hasil penelitian menunjukkan adanya kandidat probiotik yang memiliki karakteristik menjanjikan untuk berbagai aplikasi kesehatan dan pangan.

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Yulinar Firdaus, menjelaskan penelitian ini difokuskan pada isolasi dan identifikasi bakteri asam laktat dari madu lebah tanpa sengat.

Berpotensi Jadi Pangan Fungsional dan Antikanker

Yulinar Firdaus, Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, mengatakan hasil penelitian menunjukkan beberapa isolat memiliki karakteristik probiotik yang baik.

"Bakteri asam laktat dari madu lebah tanpa sengat memiliki potensi sebagai probiotik yang dapat dikembangkan menjadi pangan fungsional dan memiliki aktivitas antikanker.”

Ia menjelaskan bakteri asam laktat tersebut diuji menggunakan berbagai parameter untuk melihat ketahanan dan potensi manfaat biologisnya. Penelitian menunjukkan sejumlah isolat mampu bertahan dalam kondisi yang menyerupai saluran pencernaan.

Selain itu, BRIN menyebut kandidat probiotik yang ditemukan juga menunjukkan aktivitas biologis yang berpotensi digunakan dalam pengembangan produk kesehatan berbasis mikroorganisme.

Riset Fokus pada Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal

Menurut BRIN, eksplorasi mikroorganisme lokal menjadi penting karena Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tinggi yang berpotensi menghasilkan sumber probiotik baru.

Penelitian terhadap madu lebah tanpa sengat juga dilakukan untuk memperluas pemanfaatan sumber daya hayati lokal dalam sektor pangan dan kesehatan.

“Eksplorasi sumber probiotik lokal penting untuk mendukung pengembangan produk berbasis biodiversitas Indonesia," sebut Yulinar.

BRIN menyatakan penelitian ini masih akan terus dikembangkan untuk memahami lebih jauh potensi aplikasi probiotik tersebut pada berbagai bidang, termasuk pangan fungsional dan kesehatan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.