Hadir dengan Layar 11 Inci, Acer Nitro Blaze 11 Terlalu Besar untuk Gaming Genggam?

AKURAT.CO Pasar perangkat gaming genggam sedang berkembang pesat. Dari Steam Deck hingga Lenovo Legion Go, berbagai merek terus berinovasi dengan desain dan teknologi terkini.
Namun, langkah terbaru Acer di Consumer Electronic Show (CES) 2025 melalui Nitro Blaze 11 memunculkan banyak pertanyaan, terutama soal kepraktisan perangkat dengan layar sebesar 11 inci.
Acer Nitro Blaze 11 diperkenalkan bersama Nitro Blaze 8, yang masing-masing menawarkan layar 10,95 inci dan 8,8 inci.
Dengan harga mulai dari $1.099 (sekitar Rp17,9 jutaan), Nitro Blaze 11 membawa resolusi 1600p dan pengontrol yang dapat dilepas, mirip dengan konsep Nintendo Switch.
Namun, layar besar ini justru dianggap berlebihan untuk perangkat genggam, terutama karena bobot dan kenyamanannya dipertanyakan.
Kelebihan dan Kekurangan Nitro Blaze 11
Dikutip dari Techradar.com, Sabtu (18/1/2025), desain Nitro Blaze 11 memang menarik perhatian dengan layar besar dan fitur penyangga untuk mode layar portabel.
Selain itu, pengontrol yang dapat dilepas dapat diubah menjadi gamepad tunggal, memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna.
Namun, keunggulan ini datang dengan sejumlah kompromi.
Kapasitas baterai 55Whr tergolong kecil untuk perangkat dengan layar sebesar itu, terutama jika dibandingkan dengan ROG Ally X yang memiliki baterai 80Whr.
Selain itu, harga Blaze 11 jauh di atas standar perangkat gaming genggam lain, seperti Steam Deck, yang umumnya dijual di kisaran $500 (sekitar Rp8,1 jutaan).
Ukuran layar Nitro Blaze 11 hampir menyamai layar laptop, yang membuatnya terasa kurang praktis untuk penggunaan jangka panjang sebagai perangkat genggam.
Meskipun cocok untuk mode portabel dengan penyangga, pengguna yang mengandalkan perangkat ini untuk gaming genggam mungkin merasa kesulitan menyesuaikan diri dengan dimensi besar tersebut.
Dengan harga tinggi dan layar besar, Nitro Blaze 11 mungkin lebih cocok bagi pengguna yang mencari perangkat portabel yang bisa menggantikan laptop gaming, daripada perangkat gaming genggam biasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








