Akurat
Pemprov Sumsel

Harga PS5 Naik 2026, Jadi Berapa Sekarang? Cek Update Terbaru dan Penyebabnya

Titania Isnaenin | 31 Maret 2026, 14:59 WIB
Harga PS5 Naik 2026, Jadi Berapa Sekarang? Cek Update Terbaru dan Penyebabnya
Harga PS5 Naik 2026.

AKURAT.CO ​Harga PlayStation 5 (PS5) telah mengalami kenaikan signifikan secara global pada tahun 2026, yang dipicu oleh berbagai faktor ekonomi dan industri. ​

Kenaikan ini bukan yang pertama, karena Sony telah merevisi harga PS5 dua kali dalam waktu kurang dari setahun. ​

Peningkatan harga ini mencerminkan tekanan berat pada rantai pasokan, khususnya untuk komponen vital seperti chip memori.

Update Harga Terbaru PS5 di Tahun 2026

​Mulai 2 April 2026, harga PS5 resmi mengalami kenaikan di berbagai pasar global, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. ​Di Amerika Serikat, PS5 versi standar naik sebesar US$100, menjadi US$649,99 atau sekitar Rp10,3 juta. ​Versi Digital Edition dibanderol US$599,99 atau sekitar Rp10,2 juta.

Sementara, model premium PlayStation 5 Pro menyentuh US$899,99 atau hampir Rp15 jutaan. ​Perangkat pendukung seperti PlayStation Portal juga mengalami kenaikan harga menjadi US$249,99.

Berikut adalah rincian kenaikan harga PS5 yang berlaku mulai April 2026:

  • PS5 (Standar): ​US$649,99 (sebelumnya US$549,99) atau sekitar Rp11 juta.

  • PS5 Digital Edition: ​US$599,99 (sebelumnya US$499,99) atau sekitar Rp10,2 juta.

  • PS5 Pro: ​US$899,99 (sebelumnya US$749,99) atau sekitar Rp15,3 juta.

  • PlayStation Portal: ​US$249,99 (sebelumnya US$199,99) atau sekitar Rp4,2 juta.

​Sebelum kenaikan harga global pada April 2026, harga PS5 di Indonesia pada Januari 2026 menunjukkan variasi. ​PS5 Slim Digital Edition dijual seharga Rp8.199.000, sedangkan PS5 Slim Disc Edition seharga Rp9.699.000.

​Pada Maret 2026, PS5 Slim Disc Edition tersedia seharga Rp6.799.000, dan PS5 Slim Digital Version seharga Rp7.799.000 di Blibli.

Penyebab Kenaikan Harga PS5

​Kenaikan harga PS5 disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor utama.

Krisis Chip Global dan Permintaan Kecerdasan Buatan (AI)

​Salah satu penyebab utama kenaikan harga adalah krisis chip global. ​Industri kecerdasan buatan (AI) telah menyerap sebagian besar pasokan chip memori, seperti DRAM dan NAND, karena tingginya permintaan untuk pusat data yang lebih menguntungkan. ​

Akibatnya, pasokan komponen untuk perangkat konsumen seperti konsol game menjadi lebih terbatas dan mahal. ​Reuters melaporkan bahwa produsen chip lebih memprioritaskan sektor AI dibandingkan industri elektronik konsumen. ​

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.