Akurat
Pemprov Sumsel

Harga PS5 Naik Global, Sony Soroti Tekanan Ekonomi dan Biaya Industri

Winna Wandayani | 1 April 2026, 23:23 WIB
Harga PS5 Naik Global, Sony Soroti Tekanan Ekonomi dan Biaya Industri
PlayStation 5 (playstation.com)

AKURAT.CO Sony resmi menaikkan harga konsol PlayStation 5 (PS5) di berbagai pasar utama dunia, termasuk Amerika Serikat, mulai 2 April 2026.

Kenaikan ini disebut sebagai dampak dari tekanan ekonomi global yang memengaruhi biaya produksi perangkat elektronik.

Sony tidak merinci penyebab kenaikan harga, namun tekanan inflasi, tarif dan biaya komponen diduga jadi faktor utama. Lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI) juga ikut mendorong kenaikan harga komponen elektronik.

"Dengan latar belakang lingkungan ekonomi yang menantang, termasuk inflasi yang tinggi dan nilai tukar yang berfluktuasi, kami telah membuat keputusan sulit untuk menaikkan harga eceran yang direkomendasikan (RRP) konsol PlayStation 5 di pasar tertentu," tulisnya, dikutip Senin (30/3/2026).

Berikut daftar harga terbaru yang diumumkan:

- PS5 standar: USD 649,99 (sekitar Rp11 jutaan)

- PS5 Digital Edition: USD 599,99 (sekitar Rp10 jutaan)

- PS5 Pro: USD 899,99 (sekitar Rp15 jutaan)

Kenaikan ini membuat harga PS5 kini lebih mahal dibandingkan saat pertama kali dirilis pada 2020. Tidak hanya itu, perangkat PlayStation Portal juga ikut mengalami penyesuaian harga menjadi USD 249,99 (sekitar Rp4 jutaan).

Tren kenaikan harga ini tidak hanya dialami Sony. Sebelumnya, Microsoft juga telah lebih dulu menaikkan harga konsol Xbox pada tahun lalu.

Hal tersebut mencerminkan adanya tekanan biaya yang dirasakan di seluruh industri gaming. Sementara itu, Nintendo Switch 2 sejauh ini belum mengalami kenaikan harga karena masih relatif baru di pasar.

Kondisi ini menjadi anomali dalam industri konsol yang biasanya mengalami penurunan harga seiring waktu. Namun, tekanan ekonomi global dan mahalnya teknologi kini justru membalik tren tersebut.

Ke depan, jika tekanan biaya tetap tinggi, bukan tidak mungkin kenaikan harga akan terus berlanjut dan diikuti oleh pemain lain di industri. Hal ini berpotensi mengubah strategi produsen dalam menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan daya beli konsumen.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.