Ibu Hampir Buang Bayi Di KRL Diduga Alami Baby Blues, Kenali Gejalanya!

AKURAT.CO Baru-baru ini, aksi nekat seorang ibu diduga mengalami baby blues viral di media sosial.
Sang ibu berniat melakukan percobaan bunuh diri serta membuang bayinya di lintasan KRL Stasiun Pasar Minggu, Jakarta.
Beruntung, petugas KRL dengan sigap mengamankan ibu dan bayi tersebut hingga tidak sampai kejadian.
Berdasarkan informasi yang beredar, ibu tersebut diduga mengalami baby blues, stres pasca melahirkan hingga masalah keluarga.
Melihat hal tersebut, ibu yang baru melahirkan memang rentan mengalami stres pasca persalinan, kelelahan hingga baby blues.
Lantas, apa itu baby blues dan bagaimana gejalanya agar kondisi ini dapat dihindari?
Apa Itu Baby Blues?
Melansir laman Healthline, baby blues adalah perasaan sedih, cemas dan kelelahan yang dialami ibu setelah melahirkan.
Pada umumnya, baby blues dapat dialami ibu dalam beberapa hari setelah melahirkan, terutama pada ibu yang mengalami proses persalinan yang sulit.
Meski pun secara medis tidak diketahui penyebab baby blues, namun sebagian besar pemicunya bisa diakibatkan oleh fluktuasi hormonal yang ekstrem.
Fluktuasi hormon ini sebenarnya terjadi untuk membantu seorang ibu melewati masa-masa pemulihan, pengecilan rahim pasca persalinan dan mendukung proses laktasi.
Kemungkinan penyebab lainnya adalah masa-masa nifas yang mana orangtua kekurangan waktu tidur berkualitas hingga kesulitan menghadapi perubahan rutinitas.
Gejala baby blues
Gejala baby blues dapat dimulai sejak 2-3 hari setelah bayi lahir.
Seringkali, masalah kecemasan ini dapat hilang dengan sendirinya seiring berjalalannya waktu (biasanya dalam 10-14 hari pasca persalinan).
Setiap individu pun cenderung menunjukkan gejala yang berbeda, tapi secara umum baby blues sering menunjukkan beberapa gejala sebagai berikut:
- Merasa sedih
- Sering menangis tanpa alasan yang jelas
- Mengalami perubahan suasana hati atau mudah tersinggung
- Merasa tidak terikat dengan bayi
- Khawatir atau merasa cemas tentang kesehatan dan keselamatan bayi
- Gelisah
- Mengalami gangguan tidur
Kebanyakan ibu yang menyadari sejumlah perubahan dan mampu menyesuaikan diri dengan peran barunya, baby blues dapat hilang dengan sendirinya.
Tetapi, jika sejumlah gejala baby blues berlangsung lebih dari dua minggu, atau menjadi lebih intens, penting bagi keluarga atau lingkungannya untuk mencari bantuan medis untuk mencegah terjadinya depresi postpartum yang dapat memicu gangguan mental yang lebih serius.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





