Polusi Bisa Merusak Skin Microbiome, Gimana Cara Menjaganya?

AKURAT.CO Polusi udara, sinar matahari berlebihan dan faktor-faktor lingkungan lainnya dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan kulit. Salah satu aspek yang semakin mendapatkan perhatian adalah pengaruh polusi terhadap microbiome kulit.
Apa Itu Skin Microbiome?
Skin microbiome adalah komunitas mikroba yang hidup di kulit setiap individu. Ini terdiri dari berbagai bakteri, jamur dan mikroorganisme lainnya yang secara alami ada di permukaan kulit. Skin microbiome berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan melindungi dari infeksi.
Bagaimana Polusi Mempengaruhi Skin Microbiome?
Dikutip dari beberapa sumber, Senin (11/9/2023), polusi udara seperti partikel halus, zat kimia berbahaya, dan polutan lainnya, dapat merusak skin microbiome melalui beberapa cara:
- Perubahan pH kulit: Polusi dapat mengubah tingkat keasaman (pH) kulit. Kulit yang terlalu asam atau terlalu basa dapat mengganggu keseimbangan microbiome kulit.
- Kerusakan oksidatif: Polusi dapat menyebabkan kerusakan oksidatif pada kulit, yang dapat memengaruhi mikroorganisme yang hidup di permukaannya.
- Iritasi dan peradangan: Polusi dapat menyebabkan kulit menjadi iritasi dan meradang, yang dapat memengaruhi keseimbangan microbiome.
- Pertumbuhan bakteri patogen: Beberapa jenis polusi dapat memengaruhi pertumbuhan bakteri patogen pada kulit, yang dapat menggantikan mikroorganisme sehat dalam microbiome.
Mengapa Skin Microbiome Penting?
Skin microbiome berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit. Ini membantu menjaga kelembaban kulit, melawan infeksi, dan mengurangi peradangan. Ketika keseimbangan microbiome terganggu, kulit dapat menjadi lebih rentan terhadap masalah seperti jerawat, eksim dan kulit kering.
Cara Menjaga Skin Microbiome yang Sehat
Meskipun tidak dapat sepenuhnya menghindari paparan polusi lingkungan, dikutip dari akun TikTok Ayman Alatas, ada beberapa cara untuk menjaga skin microbiome agar tetap sehat:
- Membersihkan kulit dengan lembut: Gunakan pembersih yang lembut dan bebas dari bahan kimia keras yang dapat merusak microbiome.
- Penggunaan tabir surya: Melindungi kulit dari sinar matahari berlebihan dengan tabir surya dapat membantu mengurangi kerusakan oksidatif.
- Perawatan kulit yang alami: Pilih produk perawatan kulit yang mengandung bahan-bahan alami dan menghindari bahan kimia berbahaya.
- Perhatian terhadap polusi: Ketika berada di lingkungan yang terpapar polusi, pertimbangkan untuk membersihkan wajah secara berkala.
- Makanan sehat: Konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi juga dapat mendukung keseimbangan microbiome kulit. (Ami Fatimatuz Zahro')
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






