AKURAT.CO Virus Nipah (NiV) sedang menyebar di Kerala, India, dan hingga 17 September 2023 terdapat enam kasus telah terdeteksi.
Virus Nipah adalah patogen yang bisa ditularkan dari hewan ke manusia. Dikenal sebagai zoonosis dan dapat menular melalui makanan yang terkontaminasi atau melalui kontak langsung antarmanusia.
Masa inkubasi atau interval antara infeksi dan munculnya gejala umumnya berkisar empat hingga 14 hari, tetapi dalam beberapa kasus masa inkubasi dapat mencapai hingga 45 hari.
Gejala Virus Nipah
Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (19/9/2023), pada orang yang terinfeksi, virus ini menyebabkan berbagai penyakit mulai dari infeksi tanpa gejala hingga penyakit pernapasan akut dan ensefalitis (radang otak) yang fatal.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang yang terinfeksi Virus Nipah awalnya mengalami gejala yang meliputi:
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang yang terinfeksi Virus Nipah awalnya mengalami gejala yang meliputi:
- Demam
- Sakit kepala
- Mialgia (nyeri otot)
- Muntah
- Sakit tenggorokan
- Pusing
- Mengantuk
- Perubahan kesadaran
Beberapa orang juga dapat mengalami gejala-gejala berikut:
- Pneumonia atipikal
- Masalah pernapasan yang parah seperti gangguan pernapasan akut
Baca Juga: Apa Itu Virus Nipah Yang Melanda Kerala, India? Sekolah Dan Kantor Diisolasi
Selain berpotensi menginfeksi manusia, Virus Nipah juga bisa menyebabkan penyakit serius pada hewan, terutama babi, yang dapat berdampak besar pada ekonomi peternak.
Tingkat kematian dari kasus Virus Nipah diperkirakan berkisar antara 40 persen hingga 75 persen. Walaupun angka ini dapat bervariasi tergantung pada seberapa efektifnya tindakan surveilans epidemiologi dan manajemen klinis yang diterapkan oleh pihak setempat selama wabah.
Sayangnya, saat ini belum ada obat atau vaksin yang khusus untuk mengobati infeksi Virus Nipah, meskipun WHO telah mengidentifikasinya sebagai penyakit yang memerlukan perhatian khusus dalam kerangka Cetak Biru Penelitian dan Pengembangan WHO.
Dalam pengelolaan kasus Virus Nipah, perawatan suportif intensif sangat dianjurkan untuk mengatasi komplikasi yang mungkin muncul, terutama yang berkaitan dengan sistem pernapasan dan sistem saraf.
Sayangnya, saat ini belum ada obat atau vaksin yang khusus untuk mengobati infeksi Virus Nipah, meskipun WHO telah mengidentifikasinya sebagai penyakit yang memerlukan perhatian khusus dalam kerangka Cetak Biru Penelitian dan Pengembangan WHO.
Dalam pengelolaan kasus Virus Nipah, perawatan suportif intensif sangat dianjurkan untuk mengatasi komplikasi yang mungkin muncul, terutama yang berkaitan dengan sistem pernapasan dan sistem saraf.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
W
Editor
Wahyu SK
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









