Akurat
Pemprov Sumsel

Ners Spesialis Keperawatan Jiwa Angkatan 16 FIK UI Garap Program Kesehatan Jiwa Remaja Gen Z

Gerdiansyah | 24 September 2023, 12:58 WIB
Ners Spesialis Keperawatan Jiwa Angkatan 16 FIK UI Garap Program Kesehatan Jiwa Remaja Gen Z

AKURAT.CO Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) bekerjasama dengan lulusan Ners Spesialis Keperawatan Jiwa angkatan 16 melakukan kegiatan Temu Ilmiah XV dan Workshop XVI untuk melakukan promosi kesehatan jiwa sebagai upaya pelayanan kesehatan keperawatan jiwa remaja khususnya gen Z terkait perkembangan mental emosional dalam menghadapi tantangan di era globalisasi. 

Generasi Z atau yang populer dengan Gen Z adalah mereka yang termasuk dalam generasi kelahiran tahun 1997-2012.

Data yang dirilis Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi berdasarkan hasil sensus penduduk Badan Pusat Statistik tahun 2020, Gen Z diperkirakan usia sekarang berkisar antara 8 sampai 23 tahun, mencapai sekitar 27.94% dari 270.20 juta jiwa di Indonesia.

Angka tersebut menjadikan persentasi Gen Z lebih besar dibandingkan dengan generasi lainnya termasuk Gen X (21.88%) dan Generasi milenial (25.87%).

Temu Ilmiah dan Workshop (TIWS) dilaksanakan secara offline di gedung Rumpun Ilmu Kesehatan UI dan juga secara online melalui aplikasi zoom pada tanggal 15 dan 16 September 2023. Kegiatan diikuti oleh 158 peserta temu ilmiah dan 90 peserta workshop meliputi praktisi kesehatan dan keperawatan jiwa, tenaga pendidik, dan juga masyarakat luas termasuk remaja yang tersebar dari sabang sampai marauke.

Kegiatan TIWS 2023 yang dibuka langsung oleh Wakil Dekan 1 Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FIK UI, Dessie Wanda, S.Kp., M.N., Ph.D.

Ketua Departemen Keperawatan Jiwa, Yossie Susanti Eka Putri, S.Kp., M.N., Ph.D mengatakan program Temu Ilmiah dan Workshop Keperawatan Jiwa merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh FIK UI bekerjasama dengan lulusan baru Ners Spesialis Keperawatan Jiwa angkatan 16, Departemen Keperawatan Jiwa Prodi Ners Spesialis Keperawatan Jiwa.

Ia mengatakan setiap tahun ners spesialis jiwa lulusan baru ditantang untuk melakukan pelayanan keperawatan jiwa sebagai bentuk implementasi pada masyarakat luas dan profesi atas ilmu dan keterampilan yang telah mereka dapatkan selama menjalankan praktik residensi ners spesialis keperawatan jiwa. Semua kebaruan ilmu dan proses yang mereka dapatkan itu yang dianalisa, lalu kemudian dikemas dalam satu bentuk kegiatan Temu Ilmiah dan Workshop.

"Jadi terkait promosi kesehatan jiwa, pencegahan termasuk kuratifnya, mereka sampaikan di Temu Ilmiah dan Workshop. Mereka menyampaikan kebaruan-kebaruan yang telah mereka analisis dan implementasikan selama proses residensi untuk dibagikan kepada praktisi kesehatan jiwa termasuk tenaga pendidik dan masyarakat luas," ucap Doktor Yossie.

Baca Juga: Riset Neurosensum: Gen Z Punya Aspirasi Merdeka Finansial Pensiun Dini

Hal senada disampaikan Ns. Reflin Mahmud., S.Kep., M.Kep.,Sp.Kep.J selaku wakil ketua panitia kegiatan yang juga merupakan lulusan baru ners spesialis keperawatan jiwa angkatan 16 bahwa pelaksanaan kegiatan TIWS 2023 yang mengambil tema "Perkembangan Mental Emosional Remaja Gen Z dalam Menghadapi Tantangan Di Era Globalisasi".

Dia mengatakan kegiatan TIWS 2023 merupakan upaya promotif dan preventif terhadap perkembangan mental emosional remaja gen Z dimana salah satunya dapat dilakukan oleh ners spesialis keperawatan jiwa sebagai pemberi asuhan keperawatan jiwa spesialis.

Peran ners spesialis keperawatan jiwa ada di kelompok gangguan, kelompok risiko, dan kelompok sehat. Menurutnya, asuhan keperawatan ners spesialsis jiwa diberikan kepada kelompok sehat dalam bentuk promosi kesehatan agar yang sehat tetap sehat jiwa.

Kemudian kelompok risiko diberikan asuhan keperawatan dengan tindakan pencegahan yaitu orang-orang yang memiliki penyakit fisik seperti hipertensi, kanker, diabetes mellitus dan lain-lain yang berisiko mengalami ansietas dan depresi atau berisiko mengalami gangguan jiwa diberikan asuhan keperawatan ners spesialis jiwa, minimal  mempertahankan untuk tidak menjadi gangguan jiwa atau menjadi sehat jiwa.

Adapun kelompok gangguan yang merupakan asuhan keperawatan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dimana tujuannya minimal ODGJ bisa mandiri dan produktif.

"Nah, tahun ini, tanpa mengabaikan dua kelompok lainnya tadi, kita fokus pada kelompok sehat remaja terutama Gen Z. Apalagi kita menghadapi bonus demografi yang puncaknya akan terjadi pada tahun 2030," tutur Ners Reflin.

"Harapan kita semua, saya pribadi dan teman-teman panitia penyelenggara khususnya ners spesialis keperawatan jiwa angkatan 16, dengan adanya kegiatan ini kami dapat memberikan kontribusi sesuai bidang keilmuan, spesialisasi kami khususnya dalam mempersipkan generasi penerus bangsa Indonesia, remaja gen Z yang tangguh baik secara fisik dan mental terutama dalam mengahadapi era globalisasi serta menghadapi bonus demografi tadi," tambahnya.

Tema yang coba diusung dalam TIWS 2023 mengelaborasi tema keperawatan sedunia tahun 2023 yaitu keperawatan di masa depan untuk mengatasi tantangan kesehatan global dan meningkatkan kesehatan global untuk semua. Hal ini juga sejalan dengan tema Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2023 yang nanti diperingati tanggal 10  Oktober 2023, yaitu “Mental Health is a Universal Human Right”.

"rtinya kesehatan jiwa merupakan hak azasi dari setiap manusia sehingga perawat berkewajiban untuk memenuhi hak tersebut salah satunya Gen Z," ucap Ners Reflin.

Baca Juga: Pegadaian Rilis Web Series 'Ali Yang Terheran Herman' Edukasi Finansial Ke Gen Z

TIWS 2023 menghadirkan pakar keperawatan jiwa, Prof. Achir Yani S. Hamid, M.N., DN.Sc dan Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp., M.App.Sc. Kedua pakar keperawatan jiwa ini mengupas tuntas terkait teori dan model keperawatan perkembangan remaja serta asuhan keperawatan ners spesialis jiwa remaja gen Z.

Direktur kesehatan jiwa Kementrian Kesehatan RI, Dr. drg. Vensya Sitohang, M.Epid turut hadir membahas tekait kebijakan kesehatan jiwa remaja. Dr. Julbintor Kembaren, S.Kom., MM mengupas tuntas terkait perkembangan remaja gen Z dalam menghadapi era globalissasi.

Lalu Dosen dan Peneliti keperawatan jiwa FIK UI Herni Susanti, S.Kp., M.N., Ph.D serta Dr. Ns. Ni Made Dian Sulitiowati S.Kep.., M.Kep., Sp.Kep.J sebagai peneliti kesehatan keperawatan jiwa remaja juga memberikan bahasan terkait kesehatan mental remaja gen Z dan promosi kesehatan jiwa remaja.

Praktisi dari Pusat Kesehatan Jiwa Nasional (PKJN) Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor yang diwakili oleh Ns. Bustomi S.Kep., MKM selaku Manajer Pelayanan Keperawatan dan pihak Puskesmas Sempur, dr. Audra Firthi Dea Noorafiatty bersama dengan Ns. Isna selaku penanggung jawab dan pemegang program kesehatan jiwa Puskesmas Sempur juga hadir memberikan feedback tentang peran Ners Spesialis Keperawatan Jiwa.[] 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

G
Reporter
Gerdiansyah
A