Beredar Kabar Beras Sintesis Masuk Ke Indonesia, Bagaimana Dampaknya Jika Dikonsumsi?

AKURAT.CO Beras sintesis menjadi perbincangan hangat setelah adanya laporan bahwa beras sintesis telah masuk ke Indonesia. Beras sintesis ini diduga terbuat dari bahan-bahan kimia dan bukan dari beras asli.
Dilansir dari laporan CNBC Indonesia, isu beras sintetis dibuat oleh pihak-pihak yang tidak senang di tengah upaya serius pemerintah melakukan stabilisasi harga beras. Bos Bulog, Budi Waseso, memberikan peringatan keras terhadap isu beras sintetis ini. Menurutnya, isu ini hanya akan menimbulkan kepanikan di masyarakat dan merugikan petani.
Namun, Badan Pangan Nasional (BPN) mengakui adanya dugaan beras sintetis yang beredar di Indonesia. Lalu bagaimana dampaknya jika mengonsumsi beras tersebut?
Baca Juga: Bos Bulog Pastikan Beras Impor Aman: Isu Bahan Sintetis Hoaks!
Keracunan
Beras sintesis diduga tidak sehat dan berbahaya jika dikonsumsi. Hal ini menjadi perhatian serius karena dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
Badan Pangan Nasional (BPN) mengatakan bahwa beras sintetis yang diduga terbuat dari plastik dapat menyebabkan keracunan jika dikonsumsi. Keracunan dapat menyebabkan mual, muntah, diare, dan bahkan kematian.
Gangguan Pencernaan
Beras sintetis yang terbuat dari bahan-bahan kimia dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada manusia. Beras sintetis yang terbuat dari plastik dapat menimbulkan rasa tidak nyaman seperti kembung, begah, mual, muntah, bahkan diare atau susah buang air besar.
Gangguan Hormonal
Beras sintetis juga dapat menyebabkan gangguan hormonal pada manusia. Bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan beras sintetis dapat menyebabkan gangguan hormonal pada manusia jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Baca Juga: Sidak Pasar Induk Cipinang, Menteri Erick: Impor Dan Produksi Beras Harus Satu Data
Dampak terhadap Lingkungan
Penggunaan pestisida sintesis dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Pestisida sintesis dapat mencemari air, tanah, dan udara. Penggunaan pestisida sintesis dapat mencemari air dan tanah, sehingga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.
Selain itu, penggunaan pestisida sintesis juga dapat membunuh serangga yang berguna sebagai predator hama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








