Akurat
Pemprov Sumsel

Ketahui Gejala Dan Penyebab Lupus Nefritis, Penyakit Yang Diidap Shena Malsiana Hingga Meninggal Dunia

Shalli Syartiqa | 26 Oktober 2023, 11:12 WIB
Ketahui Gejala Dan Penyebab Lupus Nefritis, Penyakit Yang Diidap Shena Malsiana Hingga Meninggal Dunia

AKURAT.CO- Shena Malsiana, seorang penyanyi jebolan X Factor Indonesia telah meninggal dunia pada Rabu (24/10/2023).

Kabar ini dikonfirmasi melalui pengumuman yang dilakukan melalui akun Instagram resmi Shena Malsiana, yang diikuti oleh sekitar 30 ribu pengikut.

Dalam pengumuman tersebut, dikonfirmasi bahwa Shena Malsiana meninggal dunia setelah melawan penyakit Lupus Nefritis.

Apa Itu Lupus Nefritis?

Lupus Nefritis merupakan peradangan pada ginjal yang disebabkan oleh penyakit systemic lupus erythematosus (SLE) atau yang lebih dikenal dengan nama lupus.

Ini merupakan salah satu komplikasi yang umum terjadi akibat lupus.

Lupus Nefritis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel ginjal yang sehat, sehingga ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik.

Pada kondisi normal, sistem kekebalan tubuh hanya menyerang kuman yang masuk ke dalam tubuh, namun pada penderita lupus nefritis, sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel tubuh sendiri, termasuk sel-sel ginjal.

Hal ini disebut sebagai kelainan autoimun.

Penyebab Lupus Nefritis

Penyebab Lupus Nefritis adalah respons tidak normal dari sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel ginjal yang sehat.

Hal ini menyebabkan peradangan pada ginjal dan memunculkan gejala seperti tekanan darah tinggi, adanya darah dan protein dalam urine, serta dapat menyebabkan gagal ginjal.

Lupus Nefritis merupakan bagian dari peradangan pada ginjal yang disebabkan oleh lupus eritematosus sistemik (SLE).

Gejala Lupus Nefritis

Tanda-tanda lupus nefritis tidak jauh berbeda dengan gejala kerusakan ginjal lainnya.

Gejala-gejala tersebut biasanya timbul bersamaan dengan atau segera setelah gejala lupus muncul.

Beberapa gejala lupus nefritis yang dapat terjadi antara lain:

1. Darah dalam urine (hematuria): Timbulnya darah dalam urine yang dapat terlihat atau hanya terdeteksi melalui tes laboratorium.

2. Buang air kecil yang sering, terutama di malam hari: Kemunculan kebutuhan yang lebih sering untuk buang air kecil, terutama di malam hari.

3. Urine berbusa: Terbentuknya busa pada urine yang tidak biasanya terjadi.

4. Kenaikan berat badan akibat retensi cairan dalam tubuh: Terjadi peningkatan berat badan karena adanya penumpukan cairan yang berlebihan dalam tubuh.

5. Tekanan darah tinggi (hipertensi): Meningkatnya tekanan darah melebihi batas normal.

6. Pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, dan betis: Terjadinya pembengkakan pada bagian tersebut sebagai akibat dari penumpukan cairan.

7. Nyeri dan pembengkakan pada sendi: Munculnya rasa nyeri dan pembengkakan pada sendi yang dapat membatasi gerakan.

8. Nyeri otot: Munculnya rasa nyeri pada otot-otot tubuh.

9. Protein dalam urine (proteinuria): Terdapatnya protein yang tidak normal dalam urine sebagai hasil dari kerusakan ginjal.

10. Demam: Penyakit lupus nefritis sering kali diikuti dengan timbulnya demam.

11. Ruam kulit merah pada pipi, wajah, dan hidung: Munculnya ruam merah pada area tersebut, sering disebut sebagai "ruam kupu-kupu" karena bentuknya yang menyerupai sayap kupu-kupu.

Jika seseorang mengalami gejala-gejala tersebut, penting untuk segera mencari perawatan medis untuk mendiagnosis dan mengelola lupus nefritis dengan tepat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.