6 Dampak Sering Mengkonsumsi Makanan Cepat Saji, Salah Satunya Diabetes

AKURAT.CO - Siapa yang tak kenal dengan makanan cepat saji, seperti pizza, burger, donat, atau keripik kentang? Mereka selalu mengundang selera untuk dinikmati.
Meski begitu, terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji diyakini bisa berdampak negatif pada kesehatan kita.
Biasanya, makanan cepat saji mengandung tinggi kalori, lemak, garam, dan gula, namun rendah dalam hal nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.
Meskipun begitu, karena pertimbangan praktis, kecepatan penyajiannya, rasa yang enak, dan kemampuannya untuk membuat perut kenyang, banyak orang yang tetap menyukainya.
Baca Juga: Bukan Naik Mobil, Pria AS Ini Tunggangi Unta untuk 'Drive-thru' Makanan Cepat Saji
Tentang istilah "junk food," masyarakat mengenalnya sebagai sebutan untuk makanan cepat saji atau fast food.
Secara harfiah, istilah "junk food" mengacu pada makanan yang memiliki sedikit atau bahkan tidak ada nilai gizi.
Ini menggambarkan makanan-makanan yang kurang memberikan kontribusi nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.
Dampak negatif dari mengonsumsi junk food sangatlah signifikan. Ini dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk obesitas atau kegemukan, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, stroke, kanker, dan sejumlah masalah kesehatan lainnya.
Oleh karena itu, penting untuk memahami risiko yang terkait dengan makanan ini dan membatasi konsumsinya demi menjaga kesehatan yang optimal.
Baca Juga: Terjawab Sudah Mengapa Minuman Bersoda Selalu Ada di Paket Makanan Cepat Saji
Berikut 6 Dampak Sering Mengkonsumsi Makanan Cepat Saji yang Wajib Diwaspadai
Pertama, konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan pada remaja dapat meningkatkan risiko obesitas atau kegemukan. Penelitian menunjukkan bahwa remaja yang mengonsumsi fast food dengan asupan energi tinggi memiliki risiko obesitas 2,27 kali lebih tinggi daripada yang mengonsumsi fast food dengan asupan energi rendah.
Kedua, makanan cepat saji sering mengandung tingkat garam yang tinggi, yang dapat meningkatkan keinginan untuk terus mengonsumsinya. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah tinggi atau hipertensi karena keseimbangan sodium dan potassium dalam tubuh terganggu.
Ketiga, konsumsi makanan cepat saji juga berhubungan dengan risiko diabetes tipe 2 yang meningkat. Penelitian di Singapura menemukan bahwa sering mengonsumsi fast food meningkatkan risiko diabetes.
Baca Juga: Menuju Awet Muda Dengan Menghindari Jenis Makanan Dan Minuman Ini, Dijamin Enggak Kalah Sama Gen Z
Keempat, makanan cepat saji juga dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker pada sistem pencernaan. Konsumsi makanan ini yang rendah serat, tinggi gula, dan lemak dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal dan kanker prostat.
Kelima, terkait dengan risiko penyakit jantung, ketersediaan makanan cepat saji terkait dengan kematian dan penyakit jantung koroner akut serta kelebihan berat badan.
Terakhir, konsumsi makanan cepat saji juga dapat meningkatkan risiko stroke, terutama akibat kolesterol tinggi dan penyumbatan pembuluh darah. Peningkatan jumlah penderita stroke di negara maju juga disebabkan oleh konsumsi makanan cepat saji yang tinggi.
Jadi, penting bagi remaja dan masyarakat secara umum untuk memahami dampak negatif yang terkait dengan konsumsi makanan cepat saji dan berupaya membatasi konsumsi makanan ini untuk menjaga kesehatan yang optimal.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








