Akurat
Pemprov Sumsel

Ingin Cerdas Seperti Sam Altman Sang Pencipta OpenAI? Ini Daftar Makanan Yang Bisa Meningkatkan Kekuatan Otak

Syifa Ismalia | 23 November 2023, 15:12 WIB
Ingin Cerdas Seperti Sam Altman Sang Pencipta OpenAI? Ini Daftar Makanan Yang Bisa Meningkatkan Kekuatan Otak

AKURAT.CO Baru-baru ini ramai kabar pemecatan Sam Altman oleh OpenAI, induk perusahaan platform kecerdasan buatan ChatGPT.

Altman sendiri menjadi salah satu sosok yang menarik perhatian dunia karena dirinya memimpin OpenAI di masa keemasan ChatGPT.

Karena kecerdasan otaknya, ia juga berhasil mendapatkan banyak penghargaan sebagai investor, entrepreneur, dan pengusaha terbaik di dunia. 

Otak merupakan salah satu organ vital yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Sebagai pusat sistem saraf, otak berfungsi mengatur sebagian besar organ lain di tubuh manusia.

Otak juga berkaitan erat dengan pemikiran dan kemampuan kognitif. Karena itulah, kesehatan otak harus dijaga agar tetap dapat bekerja secara optimal.

Selain menghindari stres dan cukup beristirahat, otak memerlukan asupan nutrisi yang cukup dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Nutrisi ini juga membantu meningkatkan kekuatan otak dan menghindari serangan berbagai penyakit. Berikut ini adalah daftar makanan yang dapat meningkatkan kekuatan otak agar cerdas seperti Sam Altman.

Baca Juga: Sam Altman Kembali Sebagai CEO OpenAI, Hanya Beberapa Hari Setelah Pemecatannya

1. Gandum murni

Agar asupan energi tetap terjaga sepanjang hari, pilih sumber karbohidrat kompleks yang lebih lambat dicerna oleh tubuh. Di antaranya seperti roti dari gandum utuh, oatmeal, dan beras merah. Penelitian dari Cueto dan Chinen menunjukkan bahwa anak sekolah yang tidak melewatkan sarapan mampu meraih nilai yang lebih tinggi dalam mengerjakan tes memori dan penyelesaian masalah.

2. Ikan kaya omega-3

Asam lemak omega-3, terutama EPA dan DHA, diketahui sangat penting untuk perkembangan otak pada janin. Salah satu studi bahkan menunjukkan jika ibu hamil yang mengonsumsi omega-3 di trisemester ketiga kehamilannya berpeluang melahirkan bayi dengan kecerdasan kognitif lebih tinggi. Para peneliti berpendapat bahwa DHA diperlukan dalam tahap ini untuk membentuk neuoron pada otak.

Sumber omega-3 yang baik misalnya ikan-ikan laut yang mengandung lemak tak jenuh seperti ikan kembung, salmon, tuna, sarden, makarel, herring, dan teri.

3. Blueberry

Penelitian dari Reading University, Inggris, mengungkap bahwa antioksidan pada blueberry membantu menstimulasi aliran darah dan oksigen ke otak sehingga tetap segar dan konsentrasinya terjaga. Para relawan yang tidak mengonsumsi jus blueberry sebelum mengerjakan tes atensi bahkan mengalami penurunan performa sebanyak 15 hingga 20% setelah lima jam dibandingkan mereka yang meminumnya.

Baca Juga: Profil Sam Altman, CEO OpenAI Yang Sempat Didepak Perusahaan Dan Direkrut Microsoft

4. Tomat

Karotenoid, zat pemberi warna merah pada tomat, diduga dapat meningkatkan fungsi kognitif dan ingatan jangka panjang. Salah satu zat yang termasuk antioksidan ini dapat melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas yang menyebabkan demensia dan alzheimer.

5. Vitamin B

Vitamin B6, B12, dan asam folat (B9) diketahui dapat menurunkan kadar homosistein dalam darah. Penelitian yang dilakukan pada sekelompok pasien berusia lanjut menunjukkan adanya perbaikan ingatan setelah mengonsumsi vitamin B6, B12, dan asam folat dosis tinggi selama 2 tahun. Sumber makanan yang kaya vitamin B6 misalnya gandum utuh, pisang, kacang-kacangan, atau daging. Asam folat dapat diperoleh dari bayam, alpukat, asparagus, dan kembang kol. Sedangkan vitamin B12 bisa didapatkan dari produk hewani seperti ikan, daging, susu, dan telur

6. Bayam

Mencukupi kadar zat besi dapat mengembalikan kemampuan otak. Zat besi ini dapat diperoleh dari sayuran berdaun gelap seperti bayam, kale, kacang panjang, serta kedelai. Bayam pun mengandung asam folat yang bermanfaat bagi kesehatan otak.

7. Cokelat

Kandungan polifenol flavonoid pada cokelat berpotensi melindungi otak dari kerusakan akibat neurotoksin, menekan peradangan, meningkatkan ingatan, kemampuan belajar, dan fungsi kognitif. Meminum cokelat setiap hari selama 8 minggu dapat meningkatkan kemampuan mengingat, kelancaran lisan, dan nilai tes kognitif. Beberapa penelitian lain menunjukkan jika konsumsi makanan kaya polifenol secara teratur dapat mengurangi risiko terkena dementia dan alzheimer.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
R