Studi: Medsos Tingkatkan Risiko Seks Bebas Remaja Hingga 77 Persen?

AKURAT.CO Media sosial tampaknya juga mempunyai pengaruh terhadap pilihan seksual remaja.
Penggunaan media sosial yang sering atau setiap hari dikaitkan dengan 77% peningkatan kemungkinan aktivitas seksual berisiko seperti sexting, seks transaksional, dan penggunaan kondom yang tidak konsisten, demikian temuan para peneliti.
Penggunaan media sosial yang sering juga tampaknya meningkatkan risiko perilaku anti-sosial seperti intimidasi, penyerangan fisik, dan perilaku agresif atau nakal sebesar 73%, dan risiko perjudian hampir tiga kali lipat. Namun, para peneliti mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui hubungan sebab-akibat langsung antara penggunaan media sosial dan perilaku tidak sehat di kalangan remaja.
Baca Juga: Ini Poin Edukasi Seks Untuk Anak Sesuai Usia Mereka
Mereka mencatat bahwa faktor-faktor lain, seperti perilaku orang tua, juga dapat mempengaruhi perilaku pengambilan risiko remaja.
Hasilnya menunjukkan bahwa remaja sangat rentan terhadap penggambaran perilaku kesehatan berisiko di media sosial seperti penggunaan alkohol atau pola makan yang tidak sehat, kata para peneliti.
“Perilaku eksperimental dan pengambilan risiko adalah bagian yang melekat pada masa remaja,” tim menyimpulkan dalam rilis berita jurnal.
“Namun, karena perlindungan terhadap dunia digital masih terus berkembang, tindakan pencegahan di sektor akademis, pemerintahan, kesehatan dan pendidikan mungkin diperlukan sebelum risiko penggunaan media sosial oleh remaja dipahami sepenuhnya.”
Untuk tinjauan tersebut, para peneliti menganalisis lebih dari 250 tindakan media sosial yang dilaporkan dalam 73 penelitian yang dilakukan antara tahun 1997 dan 2022, yang melibatkan 1,4 juta anak berusia 10 hingga 19 tahun.
Baca Juga: Sebagian Gen Z Memilih Hidup Tanpa Seks, Kok Bisa?
Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang sering atau setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko konsumsi alkohol sebesar 48%, peningkatan risiko penggunaan narkoba sebesar 28%, dan peningkatan risiko merokok sebesar 85%, dibandingkan dengan jarangnya berselancar di media sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








