Pemerintah Selandia Baru Larang Rokok Elektrik Sekali Pakai, Ternyata Begini Manfaatnya untuk Kesehatan!

AKURAT.CO Pemerintah Selandia Baru mengatakan akan melarang penjualan rokok elektrik sekali pakai pada Rabu (20/3/2024).
Tidaknya melarang penjualan rokok elektrik sekali pakai, Selandia Baru juga akan meningkatkan denda pada pengecer yang menjual benda tersebut kepada mereka yang masih berusia di bawah 18 tahun.
Sebelumnya, Pemerintah Selandia Baru telah menerima kritik signifikan karena membatalkan undang-undang pertama di dunia yang melarang penjualan tembakau untuk generasi mendatang.
Baca Juga: Patut Ditiru, Negara Ini Akan Ikuti Jejak Selandia Baru Melarang Anak Muda Merokok Seumur Hidup
Dikatakan bahwa mereka berkomitmen untuk mengurangi merokok tetapi hanya mengambil pendekatan yang berbeda, termasuk peraturan lebih lanjut seputar vaping.
"Sementara vaping telah berkontribusi pada penurunan yang signifikan dalam tingkat merokok kami, peningkatan pesat dalam vaping remaja telah menjadi perhatian nyata bagi orang tua, guru, dan profesional kesehatan," kata Menteri Kesehatan, Casey Costello.
Di bawah aturan baru, denda untuk pengecer yang menjual rokok elektrik kepada mereka yang berusia di bawah 18 tahun akan meningkat.
Nantinya juga akan ada tinjauan lisensi pengecer vaping dan semua vape sekali pakai akan dilarang.
Baca Juga: Netanyahu Tolak Permohonan Biden untuk Membatalkan Serangan di Rafah
"Pemerintah koalisi berkomitmen untuk mengatasi vaping pemuda dan terus menurunkan tingkat merokok untuk mencapai tujuan Bebas Asap kurang dari 5% dari populasi yang merokok setiap hari pada tahun 2025," pungkasnya.
Larangan Merokok di Selandia Baru
Akhir tahun 2022 Selandia Baru menjadi negara pertama yang menerapkan larangan membeli tembakau atau merokok bagi mereka yang lahir setelah tahun 2008.
Pada undang-undang yang disahkan oleh Parlemen Selandia Baru, tertulis bahwa siapapun yang lahir setelah 2008 tidak akan pernah bisa membeli produk tembakau atau merokok.
Baca Juga: Asnawi Mangkualam Bahar: Level Sepak Bola Timnas Indonesia Sudah di Atas Vietnam!
Berarti jumlah orang yang merokok dan membeli tembakau di Selandia Baru akan menyusut tiap tahunnya, misalnya pada 2050, usia 40 tahun akan telalu muda untuk membeli rokok.
Manfaat Tidak Merokok Elektrik Bagi Kesehatan
Berhenti merokok elektrik atau vaping dapat meningkatkan kesehatan paru-paru. Ia yang berhenti juga akan mengurangi paparan terhadap bahan kimia berbahaya dan iritan dalam aerosol rokok elektrik.
Hal tersebutlah yang dapat mengiritiasi dan merusak paru-paru pengonsumsinya.
Baca Juga: Viral Lolly Ditagih Utang Endorse hingga Rp90 Juta, Begini Tanggapan Anak Nikita Mirzani!
Sebuah penelitian mengamati hubungan antara penggunaan rokok elektrik dan penyakit pernapasan yang dibandingkan dengan produk tembakau tradisional.
Para peneliti menemukan bahwa baik pengguna rokok elektrik maupun mantan pengguna rokok elektrik memiliki kemungkinan lebih besar terkena penyakit pernapasan dibandingkan dengan orang yang tidak menggunakan rokok elektrik atau tembakau tradisional.
Selain itu, mereka yang merokok, baik rokok elektrik maupun tembakau tradisional, memiliki peluang tertinggi terkena penyakit pernapasan.
Baca Juga: Apa Itu Fenomena Equinox yang Terjadi di Indonesia Hari Ini? Ketahui Arti dan Dampaknya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









