Akurat
Pemprov Sumsel

Benarkah Otak Memutar Kenangan Indah Sesaat Sebelum Meninggal?

Iwan Gunawan | 17 April 2024, 11:32 WIB
Benarkah Otak Memutar Kenangan Indah Sesaat Sebelum Meninggal?

AKURAT.CO Pembahasan mengenai otak yang memutar kenangan indah, sesaat sebelum meninggal menarik untuk diulas. Pasalnya, peristiwa ini dapat membuat seseorang sebelum meninggal dapat menyaksikan kembali momen-momen berkesan ketika mereka hidup.

Peristiwa otak memutar kenangan indah sesaat sebelum meninggal dikenal dengan 'life recall.'

Selama berabad-abad, para ahli saraf memertanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada otak ketika hal tersebut terjadi dan setelah kematian.

Baca Juga: Inilah Penyebab dan Cara Memulihkan Kerusakan Otak Setelah Serangan Jantung

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasi di Frontiers in Aging Neuroscience, menunjukkan bahwa otak kemungkinan tetap aktif selama transisi menuju kematian.

Dokter Raul Vicente dari Universitas Tartu, Estonia dan rekannya menggunakan electroencephalography (EEG) untuk mendeteksi kejang serta mengobati seorang pasien berusia 87 tahun yang menderita epilepsi.

Selama pengawasan, pasien tersebut mengalami serangan jantung yang mengakibatkan dirinya meninggal dunia. Namun, kejadian tidak terduga justru terjadi pada pasien tersebut. Para ilmuwan mencatat bahwa terdapat aktivitas pada otak manusia yang sekarat untuk pertama kalinya.

“Kami mengukur aktivitas otak selama 900 detik di sekitar waktu kematian dan menetapkan fokus khusus untuk menyelidiki apa yang terjadi dalam 30 detik sebelum dan sesudah jantung berhenti berdetak,” kata Dokter Ajmal Zemmar, ahli bedah saraf di Universitas Louisville, AS, yang menyelenggarakan penelitian tersebut.

“Tepat sebelum dan sesudah jantung berhenti bekerja, kami melihat perubahan pada pita osilasi saraf tertentu, yang disebut osilasi gamma, tetapi juga pada osilasi lain seperti osilasi delta, theta, alfa, dan beta,” tambahnya.

Osilasi otak (gelombang otak) merupakan pola aktivitas otak ritmis yang terdapat pada otak manusia yang hidup. Berbagai jenis osilasi, termasuk gamma terlibat dalam fungsi kognitif tinggi, seperti konsentrasi, mimpi, meditasi, pengambilan memori, pemrosesan informasi dan persepsi sadar, seperti yang terkait dengan kilas balik memori.

“Melalui hasil osilasi yang terlibat dalam pengambilan memori, otak mungkin memainkan ingatan terakhir tentang peristiwa-peristiwa penting dalam hidup, sebelum kita mati, serupa dengan yang dilaporkan dalam pengalaman mendekati kematian,” spekulasi Zemmar.

Sebelumnya perubahan pada osilasi gamma telah diamati pada tikus yang dipelihara secara khusus. Hal ini menimbulkan kemungkinan bahwa selama kematian, otak mengatur dan merespons secara biologis di seluruh spesies.

Baca Juga: Catat! Ini 7 Cara Agar Tikus Tidak Masuk Ke Rumah Tanpa Racun

Namun, penelitian ini dilandasi oleh satu kasus yang berasal dari pasien kejang dan pembengkakan, sehingga memersulit interpretasi data. Meskipun demikian, Zemmar terus berencana untuk meneliti lebih banyak kasus tersebut.

“Sesuatu yang dapat kita pelajari dari penelitian ini adalah, meskipun orang yang kita cintai menutup mata dan siap meninggalkan kita untuk beristirahat, otak mereka mungkin mengingat kembali beberapa momen terindah yang mereka alami dalam hidup mereka,” katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

I
Reporter
Iwan Gunawan
R