AKURAT.CO Banyak remaja menghabiskan hari-hari mereka dengan mengonsumsi kafein, dan sebagian besar orang tua mereka tidak menyadari potensi risikonya, menurut sebuah jajak pendapat terbaru.
Seperempat orang tua melaporkan bahwa kafein pada dasarnya adalah bagian dari kehidupan remaja mereka sehari-hari, menurut Jajak Pendapat Nasional tentang Kesehatan Anak dari Universitas Michigan Health C.S. Mott Children’s Hospital yang dirilis pada hari Senin (20/5/2024).
Sepertiga orang tua bahkan tidak dapat mengidentifikasi batas kafein yang direkomendasikan untuk remaja, demikian temuan para peneliti setelah melakukan survei terhadap lebih dari 1.000 orang tua di AS pada bulan Februari.
“Laporan kami menunjukkan bahwa orang tua mungkin tidak selalu menyadari seberapa besar mereka harus membatasi konsumsi kafein pada remaja,” kata salah satu direktur jajak pendapat dan dokter anak Mott, Dokter Susan Woolford. “Bahkan bagi orang tua yang mengetahui rekomendasi tersebut, memerkirakan asupan kafein remaja mereka dapat menjadi tantangan.”
Baca Juga: Kafein Kopi Jenis Robusta Lebih Tingggi Dua Kali Lipat dari Arabica
Hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa sebagian besar remaja memilih soda sebagai sumber kafein mereka, dan teh dan kopi berada di urutan kedua. Kurang dari seperempat orang tua mengatakan bahwa remaja mereka mengonsumsi minuman berenergi.
Remaja yang lebih tua, lebih sering menjadi pengguna kafein. Lebih banyak orang tua yang memiliki anak-anak berusia 16 hingga 18 tahun dibandingkan orang tua yang berusia 13 hingga 15 tahun yang melaporkan remaja mereka mengonsumsi kopi setiap hari, demikian temuan jajak pendapat tersebut.
“Kafein adalah obat yang menstimulasi otak dan sistem saraf, dan jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, kafein dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada generasi muda,” kata Woolford dalam rilis berita universitas.
“Otak remaja masih berkembang, dan konsumsi kafein berlebihan dapat memengaruhi suasana hati, tidur, dan kinerja sekolah, serta efek samping lainnya,” tambah Woolford. “Mereka juga bisa menjadi ketergantungan seiring berjalannya waktu, seperti halnya obat-obatan lain.”
Baca Juga: Hindari Konsumsi Kafein Jelang Menstruasi Tuk Kurangi Rasa Tidak Nyaman
Dua dari lima orang tua yang memiliki remaja yang mengonsumsi kafein hampir sepanjang minggu mengatakan bahwa kafein hanyalah salah satu bahan dalam produk favorit anak mereka. Kurang dari seperempatnya mengatakan anak-anak mereka mengonsumsi kafein karena teman-temannya, dan bahkan lebih sedikit lagi yang berpendapat bahwa kafein membantu mereka tetap terjaga atau fokus saat belajar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








