Mengenal Gejala Pneumonia pada Anak yang Tak Boleh Diabaikan

AKURAT.CO Pneumonia merupakan infeksi pada paru-paru yang dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak.
Penyakit ini terjadi ketika kantung udara kecil di paru-paru (alveoli) terisi cairan atau lendir, sehingga sulit bagi anak untuk bernapas.
Pneumonia pada anak-anak bisa menjadi masalah serius, terutama pada bayi, balita, atau anak-anak dengan sistem kekebalan yang lemah.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali gejalanya dan segera mencari pertolongan medis jika diperlukan.
Baca Juga: Apa Itu Pneumonia dan Penyebabnya? Penyakit yang Diidap Anak Zaskia Adya Mecca Hingga Masuk ICU
Gejala Pneumonia Pada Anak
Berikut adalah beberapa gejala pneumonia pada anak:
• Demam tinggi, suhu tubuh mencapai lebih dari 38 derajat Celcius.
• Batuk, terkadang dengan lendir berwarna kuning atau hijau.
• Napas cepat atau kesulitan bernapas.
• Nafsu makan berkurang.
• Kelelahan.
• Nyeri dada (pada beberapa kasus).
• Muntah atau diare (pada beberapa kasus).
Pada bayi, gejala pneumonia mungkin termasuk:
• Kesulitan minum.
• Rewel.
• Tempo napas cepat.
• Merintih.
• Biru pada bibir dan ujung jari.
Jika Anda menduga anak Anda menderita pneumonia, segera bawa ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin memesan tes tambahan, seperti rontgen dada, untuk mendiagnosis penyakit ini.
Pengobatan pneumonia pada anak-anak tergantung pada penyebabnya dan tingkat keparahannya. Pada kasus ringan, anak mungkin hanya perlu istirahat dan minum banyak cairan. Namun, pada kasus yang lebih parah, anak mungkin perlu dirawat di rumah sakit dan menerima antibiotik melalui infus.
Cara Mencegah Tertular Pneumonia
Pneumonia dapat menular melalui percikan air liur yang dikeluarkan saat batuk, bersin, atau berbicara.
Pencegahan pneumonia dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti:
• Mencuci tangan dengan sabun secara teratur.
• Menjaga sirkulasi udara di rumah agar tetap bersih dan segar.
• Mengurangi paparan polusi udara.
• Memberikan monoclonal antibodi kepada bayi, terutama bayi prematur.
Center for Disease Control and Prevention (CDC) telah merekomendasikan penggunaan antibodi monoklonal RSV untuk melindungi bayi dari pneumonia.
Baca Juga: Wabah Pneumonia Merebak, Hidup Sehat dan Lakukan Vaksin Sebagai Pencegahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








