Akurat
Pemprov Sumsel

Pekan Imunisasi 2025, IDAI dan Dinkes Jabar Ajak Masyarakat Waspadai Penyakit yang dapat Dicegah

Mukodah | 6 Mei 2025, 14:49 WIB
Pekan Imunisasi 2025, IDAI dan Dinkes Jabar Ajak Masyarakat Waspadai Penyakit yang dapat Dicegah

AKURAT.CO Dalam memperingati Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2025, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar menyelenggarakan talk show edukatif bertajuk "Ayo Lengkapi Imunisasi, Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas."

Talk show diikuti sekitar 200 peserta, yang terdiri dari dokter spesialis anak, dokter umum, bidan, perawat, juru imunisasi serta masyarakat umum.
 
Menurut data pemprov, capaian imunisasi dasar lengkap di Provinsi Jabar menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir.

Pada tahun 2020, cakupan imunisasi mencapai 87,4 persen, lalu meningkat menjadi 89,9 persen di 2021.

Peningkatan signifikan terjadi pada tahun 2022, di mana capaian imunisasi dasar lengkap melampaui target dan mencapai 107 persen.

Hal ini menunjukkan keberhasilan program imunisasi di Jabar yang mendorong semakin tingginya partisipasi masyarakat dalam program imunisasi. Serta upaya kolaboratif dari tenaga kesehatan dan berbagai pihak dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi.

Baca Juga: Pekan Imunisasi Dunia 2025, Etana dan Pemkot Bogor Gelar Vaksinasi Massal untuk Anak-anak
 
Pekan Imunisasi Dunia, yang diperingati setiap tahun pada 24-30 April, merupakan momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global akan manfaat imunisasi dalam melindungi diri dari berbagai penyakit, salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling efektif, menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahunnya.

Tema global tahun ini "Immunization for all is humanly possible" mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memastikan akses imunisasi yang merata di segala usia.

Di tingkat nasional, PID 2025 mengangkat tema "Ayo Lengkapi Imunisasi, Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas" menegaskan peran imunisasi dalam membangun generasi masa depan yang sehat.
 
Dalam kesempatan tersebut, Ketua IDAI Cabang Jabar, Dr. Anggraini Alam, menekankan bahwa imunisasi adalah fondasi utama dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, termasuk salah satunya dengue.

"Dengue masih menjadi ancaman nyata di Indonesia, meskipun saat ini mungkin kurang mendapat perhatian. Kita perlu ingat bahwa dengue bukanlah penyakit musiman, risiko infeksi ada sepanjang tahun dan dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia, lokasi maupun gaya hidup. Tidak ada obat khusus untuk dengue sehingga pencegahan menjadi kunci utama. Beberapa di antaranya dengan menerapkan 3M Plus secara konsisten dan melakukan metode pencegahan inovatif seperti vaksinasi," paparnya, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (6/5/2025).
 
Berdasarkan rekomendasi asosiasi medis, vaksinasi dengue kini dianjurkan untuk digunakan baik pada anak-anak maupun orang dewasa dalam kelompok usia 6 hingga 45 tahun, tanpa memerlukan riwayat infeksi sebelumnya.

Baca Juga: Kemenkes Ajak Komunitas dan Pegiat Media Sosial Jadi Duta Imunisasi Digital demi Masa Depan Anak Indonesia

Namun untuk memperoleh perlindungan optimal, seseorang harus mendapatkan dosis yang tepat sesuai petunjuk dokter, yaitu dua dosis yang diberikan dalam rentang waktu tiga bulan.

"Vaksinasi dengue bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga mencegah kita menjadi sumber penularan kepada keluarga dan komunitas, termasuk kepada anak-anak yang kita cintai. Melengkapi imunisasi, termasuk vaksinasi dengue, adalah bentuk tanggung jawab kita bersama untuk menjaga masa depan yang lebih sehat. Setiap langkah pencegahan yang kita ambil hari ini, sekecil apapun akan membawa dampak besar bagi keselamatan generasi yang akan datang," jelas Anggraini. 
 
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, dr. R. Vini Adiani Dewi, menyatakan bahwa imunisasi telah terbukti menjadi salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling aman dan efektif dalam sejarah.

Penyakit-penyakit berbahaya seperti cacar (smallpox) yang dulu mematikan, kini telah berhasil diberantas berkat keberhasilan program vaksinasi global.

Polio, yang dulunya menjadi penyebab kecacatan massal, kini hampir sepenuhnya dieliminasi di banyak belahan dunia.

"Berkat imunisasi, sekarang kita juga mampu mencegah berbagai penyakit lain seperti campak, rubella, difteri, tetanus, pertusis, hepatitis hingga pneumonia. Ini adalah pencapaian luar biasa yang menunjukkan kekuatan vaksin dalam melindungi nyawa manusia. Tidak hanya itu, saat ini kita mengenal istilah imunisasi ganda yaitu pemberian imunisasi lebih dari satu jenis per suntikan secara bersamaan. Imunisasi ganda ini tentunya bermanfaat dalam melengkapi jadwal vaksin dan mengurangi jumlah kunjungan ke fasilitas kesehatan," jelasnya.

Baca Juga: Pentingnya Imunisasi untuk Lindungi Anak dari Cacar Air
 
Namun, menurut Vini, perjuangan masih belum berakhir. Nyatanya, masih banyak penyakit yang terus mengancam apabila masyarakat mulai lengah.

"Melengkapi imunisasi sesuai jadwal bukan hanya melindungi individu dari risiko kesakitan, kecacatan dan kematian, tetapi juga memperkuat kekebalan komunitas sehingga penyebaran penyakit dapat ditekan. Imunisasi adalah salah satu bentuk investasi kesehatan terbaik yang dapat kita lakukan untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat luas. Komitmen kita hari ini untuk melengkapi imunisasi akan menentukan kualitas kesehatan generasi masa depan," ujarnya.
 
Dokter spesialis anak, Dr. Eddy Fadlyana, dr., SpA(K), Mkes., menjelaskan bahwa jadwal imunisasi yang direkomendasikan IDAI disusun berdasarkan bukti ilmiah terkini untuk memberikan perlindungan optimal di setiap tahap pertumbuhan anak.

Saat ini, ada lima imunisasi utama yang wajib diberikan untuk melindungi anak-anak dari ancaman penyakit serius, yaitu vaksin hepatitis B, vaksin polio, vaksin DTP (difteri, tetanus, pertusis), vaksin campak-rubella dan vaksin pneumonia (PCV).

"Seiring berkembangnya tantangan kesehatan masyarakat, vaksinasi dengue kini juga direkomendasikan untuk melindungi anak-anak dan dewasa muda dari ancaman infeksi dengue, yang dapat berujung pada komplikasi berat bahkan kematian," tuturnya.
 
"Pemberian imunisasi sesuai jadwal bukan hanya penting untuk melindungi individu tetapi juga membangun kekebalan komunitas, sehingga kita dapat mencegah terjadinya wabah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi. Kami mengajak masyarakat untuk terus percaya pada kekuatan vaksinasi dalam melindungi kesehatan. Vaksin terbukti aman dan efektif secara ilmiah, serta menjadi upaya terbaik yang dapat kita lakukan untuk menjaga anak-anak kita dari risiko penyakit berat, komplikasi serius, dan kematian yang dapat dicegah, serta salah satu investasi terbaik untuk kesehatan kita hari ini dan masa yang akan datang," Eddy menerangkan.

Baca Juga: 1,3 Juta Anak di Indonesia Terancam! Gagal Imunisasi Picu Ledakan KLB PD3I
 
Sebagai bagian dari komitmen untuk memperluas dampak positif program ini, IDAI Jabar menggandeng mitra dari sektor swasta dan industri, termasuk PT Takeda Innovative Medicines.

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung penguatan sistem kesehatan di Indonesia melalui penyediaan akses berkelanjutan terhadap obat-obatan dan vaksin inovatif.

"Kami percaya bahwa kolaborasi erat antara pemerintah, asosiasi medis, akademisi, sektor swasta dan masyarakat sangat krusial dalam membangun masa depan kesehatan yang lebih baik dan lebih tangguh. Dukungan kami dalam kegiatan ini sejalan dengan komitmen jangka panjang Takeda untuk menjadi mitra jangka panjang dan tepercaya bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat upaya pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi. Kami meyakini bahwa melalui langkah sederhana ini, kita dapat secara nyata menjaga kesehatan diri sendiri, melindungi orang-orang tercinta dan memperkuat ketahanan komunitas terhadap berbagai ancaman penyakit serius," jelasnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK