Pentingnya Mewaspadai Peredaran Obat Palsu dan Kedaluwarsa di Masyarakat

AKURAT.CO Sebagian besar masyarakat Indonesia masih memiliki kesadaran rendah mengenai pentingnya mengonsumsi obat sesuai dengan dosis anjuran dokter.
Kebiasaan mengonsumsi obat secara sembarangan, tanpa resep dan pengawasan dari tenaga medis yang kompeten, masih
sering ditemukan. Ini menjadi salah satu penyebab utama munculnya berbagai masalah
kesehatan yang lebih serius.
Baca Juga: Bongkar Penjualan Obat Palsu, Polda Metro Jaya Butuh Waktu Satu Bulan
Masyarakat perlu lebih memahami bahaya dari obat palsu dan obat kedaluwarsa yang beredar tanpa izin resmi.
Obat palsu tidak hanya memberikan efek terapi yang tidak diharapkan, tetapi juga dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya.
Begitu juga dengan obat kedaluwarsa, yang bisa kehilangan efektivitasnya dan bahkan berubah menjadi zat beracun. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk berhati-hati dalam memilih dan mengkonsumsi obat-obatan.
Tidak hanya dokter dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang berperan dalam
mengawasi peredaran obat di masyarakat, tenaga farmasi juga memiliki peran yang sangat vital.
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) sebagai organisasi profesi, turut serta dalam upaya pengawasan ini. PAFI secara rutin melakukan sosialisasi, edukasi, dan penyebaran informasi mengenai bahaya obat palsu dan kedaluwarsa.
Di Kabupaten Tebo, Jambi, PAFI melalui cabang lokalnya, PAFI Tebo, aktif melakukan kegiatan ini baik secara offline maupun online melalui website mereka, pafitebo.org.
Bahaya Obat Palsu dan Cara Mengenalinya
Bahaya obat palsu sangat serius dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
Berikut ini beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan oleh obat palsu:
1. Tidak Efektif Menyembuhkan Penyakit
Obat palsu mungkin tidak mengandung zat aktif yang seharusnya, sehingga tidak memberikan efek penyembuhan yang diharapkan.
2. Efek Samping Berbahaya
Bahan-bahan yang digunakan dalam obat palsu bisa menimbulkan reaksi alergi atau efek
samping yang berbahaya.
3. Bisa Menyebabkan Keracunan
Beberapa obat palsu mengandung bahan beracun yang dapat menyebabkan keracunan
bahkan kematian.
Baca Juga: YLKI dan BPKN Desak BPOM Teliti Kandungan Bromat di AMDK Hasil Laporan Masyarakat
4. Pengobatan Tertunda
Karena obat palsu tidak efektif, kondisi kesehatan bisa memburuk sebelum pengobatan yang tepat diberikan.
5. Resistensi Antibiotik
Penggunaan antibiotik palsu dapat menyebabkan resistensi bakteri, membuat infeksi lebih sulit untuk diobati.Untuk mengenali obat palsu, berikut beberapa langkah yang bisa diikuti:
Periksa Kemasan
Kemasan obat asli biasanya rapi, berwarna terang, dan tidak mudah luntur. Pastikan tidak ada tanda-tanda kerusakan atau perubahan pada kemasan.
Cek Nomor Izin Edar
Pastikan obat memiliki nomor izin edar dari BPOM yang bisa dicek melalui situs resmi BPOM.
Lihat Tanggal Kedaluwarsa
Pastikan tanggal kadaluarsa masih jauh dari tanggal saat Anda membeli obat.
Beli di Tempat Terpercaya
Hanya beli obat di apotek yang resmi dan memiliki izin operasional.
Konsultasi dengan Apoteker
Jika ragu, konsultasikan obat yang akan dibeli dengan apoteker.
Kesadaran masyarakat mengenai bahaya obat palsu dan kedaluwarsa sangat penting untuk
mencegah dampak negatif yang bisa ditimbulkan.
PAFI Tebo melalui berbagai program
sosialisasinya berupaya meningkatkan kesadaran ini di Kabupaten Tebo.
Dengan langkah-langkah yang telah dilakukan, diharapkan masyarakat semakin bijak dalam
memilih dan mengkonsumsi obat-obatan.
Tetap waspada dan selalu konsultasikan penggunaan obat dengan tenaga medis yang berkompeten untuk memastikan keamanan dan efektivitas pengobatan yang dijalani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






