Upaya Peningkatan Nafsu Makan Anak Stunting Melalui Akupresur: FKUI-RSCM Gelar Seminar dan Workshop di Kabupaten Bogor

AKURAT.CO Dalam rangka mengatasi masalah stunting yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia, Program Studi Akupunktur Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mengadakan seminar dan workshop bertajuk “Peningkatan Peran Serta Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan dalam Asuhan Mandiri Akupresur untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita Stunting di Kabupaten Bogor.”
Acara ini diselenggarakan di Aula Cendrawasih, RSUD Cibinong, dan dihadiri oleh 52 peserta secara langsung serta 168 peserta lainnya yang mengikuti secara online melalui platform Zoom.
Acara ini merupakan bagian dari upaya Program Studi Akupunktur Medik FKUI-RSCM untuk mendukung Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, yang dibiayai oleh dana Hibah dari Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI) tahun 2024.
Baca Juga: KPK Sebut Proyek Shelter Tsunami NTB oleh Waskita Karya Disubkontrak ke Perusahaan Lain
Kegiatan ini juga menjadi bentuk konkret dukungan terhadap pemerintah dalam menangani masalah stunting, terutama di wilayah Kabupaten Bogor.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Intan Widawati, M.A, mengungkapkan, angka stunting di Kabupaten Bogor meningkat menjadi 27 persen pada tahun 2024, dari 24 persen pada tahun 2022.
Peningkatan ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada kualitas generasi mendatang, terutama dalam menghadapi bonus demografi dan visi Indonesia Emas.
“Topik tentang akupresur ini diharapkan dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk membantu meningkatkan nafsu makan balita stunting, tetapi juga balita dengan gizi buruk, serta mendorong inovasi tenaga kesehatan dalam mengembangkan pelayanan akupresur di puskesmas," ujar Intan.
Baca Juga: Saka Tatal Penuhi Pemeriksaan Bareskrim Soal Dugaan Kesaksian Palsu Aep dan Dede
Ketua Program Studi Akupunktur Medik FKUI, Dr. dr. Hasan Mihardja, M.Kes., Sp.Ak, SubSp.Ak-G(K), yang juga menjadi Ketua Tim Pengabdi, menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam menyebarluaskan teknik akupresur sebagai metode asuhan mandiri yang dapat dilakukan oleh ibu di rumah.
“Akupresur merupakan teknik asuhan mandiri yang mekanismenya dapat dijelaskan secara ilmiah dan diharapkan dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, termasuk meningkatkan produksi ASI, nafsu makan anak, serta mengatasi mual muntah pada kehamilan," jelas Hasan.
Acara ini juga dihadiri oleh Prof. Agung Waluyo, PhD, Direktur Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia, yang memberikan apresiasi kepada Tim Pengabdi dari Program Studi Akupunktur Medik FKUI atas dedikasinya dalam kegiatan pengabdian masyarakat selama tiga tahun berturut-turut.
“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pasien dan keluarganya, terutama balita stunting di Kabupaten Bogor, serta berperan dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya tenaga medis dan tenaga kesehatan," kata Agung.
Baca Juga: Lendingpot Kenalkan Layanan Pinjaman Pribadi
Seminar dan workshop ini dimulai dengan sesi paparan dari tiga narasumber ahli. Sesi pertama dibuka oleh dr. Tin Suhartini, Sp.A, yang membahas definisi stunting, dampaknya bagi tumbuh kembang balita, pentingnya gizi seimbang, serta pencegahan dan penanganan stunting.
Tin mengajak tenaga kesehatan untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting melalui deteksi dini dan intervensi yang tepat.
Sesi berikutnya, Dr. dr. Hasan Mihardja menyampaikan materi tentang pemanfaatan akupresur sebagai asuhan mandiri.
Ia memperkenalkan titik-titik penting dalam akupresur, teknik pemijatan, serta aspek keamanan yang perlu diperhatikan. Materi ini memberikan pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh peserta di lapangan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para tenaga kesehatan dapat lebih memahami dan mengaplikasikan teknik akupresur dalam membantu meningkatkan nafsu makan balita stunting, sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan status gizi anak-anak di wilayah Kabupaten Bogor dan sekitarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









