Mengenal Spinal Cord Injury, Penyakit Cedera Tulang Belakang yang Dikisahkan dalam Film Laura!

AKURAT.CO Rilisnya film Laura di bioskop Indonesia, telah membuat para penonton kembali mengingat dan penasaran dengan penyakit Spinal Cord Injury yang dialami oleh mendiang Laura Anna.
Laura Anna merupakan seorang selebgram terkenal yang meninggal dunia pada tahun 2021 silam, setelah berjuang melawan penyakit Spinal Cord Injury sehingga perjuangannya tersebut dijadikan sebuah film berjudul Laura.
Selain Spinal Cord Injury, dilaporkan bahwa Laura Anna juga sempat mengalami ulkus dekubitus, yang diyakini sebagian orang sebagai penyebab kematiannya.
Ulkus dekubitus adalah kondisi medis yang menghalangi orang untuk mengubah posisi tubuh mereka atau menghabiskan sebagian besar waktu di tempat tidur atau kursi.
Baca Juga: Profil Amanda Rawles, Sukses Perankan Sosok Laura Anna hingga Didatangi dalam Mimpi!
Mengutip berbagai sumber, Selasa (17/9/2024), berikut ini penjelasan tentang penyakit Spinal Cord Injury atau cedera tulang belakang yang dialami Laura Anna usai mengalami kecelakaan mobil bersama kekasihnya, Gaga Muhammad.
Apa Itu Spinal Cord Injury?
Spinal Cord Injury adalah kondisi medis yang disebabkan oleh cedera pada saraf yang terletak di ujung saluran tulang belakang atau sumsum tulang belakang.
Saraf ini mengirimkan sinyal motorik dan sensorik dari otak ke organ tubuh lain, sehingga adanya cedera pada saraf ini dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk bergerak.
Kondisi Spinal Cord Injury ini dapat memengaruhi sensasi dan fungsi motorik tubuh, mulai dari sakit, mati rasa, hingga kelumpuhan total.
Baca Juga: Sinopsis Film Laura Tayang 12 September 2024, Angkat Kisah Cinta Laura Anna Berujung Cacat Fisik!
Adapun faktor yang memengaruhi penyakit ini, yaitu faktor traumatis (primer) atau non-traumatik (sekunder) yang dapat menyebabkan kerusakan saraf tulang belakang.
Contoh cedera sekunder termasuk kecelakaan kendaraan bermotor, cedera olahraga, hingga penyakit lain, seperti kanker dan arthritis.
Kondisi ini mungkin tidak memiliki efek yang jelas pada awalnya, tetapi jika tidak ditangani, pasien dapat mengalami komplikasi seperti infeksi saluran kemih, kehilangan kendali tubuh atas pembuangan air besar, dan depresi.
Apakah Penderita Bisa Sembuh Total?
Menurut US National Library of Medicine, saat ini memang belum ada metode yang terbukti untuk mengembalikan kerusakan sumsum tulang belakang.
Biasanya, perawatan yang diberikan hanya berfokus pada mencegah cedera lebih lanjut dan membantu pasien kembali hidup aktif dan produktif.
Cedera pada urat saraf sangat bergantung pada waktu karena keterlambatan pengobatan dalam beberapa jam atau hari dapat menyebabkan kondisi menjadi lebih buruk.
Bagi penderita Spinal Cord Injury, diperlukan tindak operasi darurat sesegera mungkin untuk menangani cedera saraf tulang belakang.
Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa suntikan kortikosteroid juga dapat membantu cedera tulang belakang.
Pasien juga membutuhkan rehabilitasi, karena beberapa pasien mungkin lumpuh dari leher ke bawah.
Pengobatan ini akan dibantu oleh terapis fisik, terapis okupasi, perawat rehabilitasi, dan psikolog rehabilitasi.
Itulah penjelasan tentang penyakit Spinal Cord Injury yang dikisahkan dalam film Laura, sehingga menjadi sangat mengerikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





